Selular.ID – Apple resmi menghadirkan fitur notifikasi sleep apnea untuk Apple Watch dan fitur Hearing Test untuk AirPods Pro di India mulai 21 Mei 2026.
Langkah ini memperluas strategi kesehatan digital Apple di pasar India dengan menghadirkan kemampuan deteksi dini gangguan kesehatan langsung melalui perangkat wearable konsumen.
Fitur sleep apnea notification memungkinkan Apple Watch mendeteksi pola gangguan pernapasan saat tidur melalui sensor accelerometer yang memantau gerakan kecil di pergelangan tangan.
Data tersebut dianalisis selama 30 hari untuk mengidentifikasi indikasi sleep apnea tingkat sedang hingga berat.
Sementara itu, fitur Hearing Test pada AirPods Pro memungkinkan pengguna melakukan tes pendengaran klinis mandiri menggunakan iPhone atau iPad kompatibel dari rumah dalam waktu sekitar lima menit.
Dalam pernyataan resminya, Vice President of Health and Fitness Apple, Sumbul Desai mengatakan perusahaan ingin memberi pengguna akses lebih besar terhadap alat pemantauan kesehatan preventif.
Menurutnya, banyak kondisi kesehatan seperti sleep apnea dan gangguan pendengaran sering tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun.
Ekspansi fitur kesehatan ini menandai kelanjutan strategi Apple menjadikan perangkat wearable sebagai bagian dari ekosistem kesehatan digital.
Sebelumnya, fitur-fitur tersebut telah diperkenalkan secara global pada 2024, namun implementasinya di sejumlah negara termasuk India menunggu persetujuan regulator kesehatan setempat.
Sleep apnea sendiri merupakan gangguan tidur yang menyebabkan napas berhenti sementara saat tidur sehingga tubuh tidak memperoleh oksigen secara optimal.
Apple menyebut kondisi ini berdampak pada lebih dari satu miliar orang di dunia dan banyak kasus belum terdiagnosis. Jika tidak ditangani, sleep apnea dapat meningkatkan risiko hipertensi, diabetes tipe 2, hingga gangguan jantung.
Untuk mendeteksi kondisi tersebut, Apple Watch menggunakan metrik baru bernama Breathing Disturbances. Sistem ini memanfaatkan machine learning dan basis data klinis untuk mengenali pola gangguan pernapasan saat tidur.
Apple mengklaim algoritma tersebut telah divalidasi melalui studi klinis berskala besar untuk teknologi sleep apnea.
Pengguna juga dapat mengekspor laporan PDF dari aplikasi Health di iPhone yang menampilkan riwayat gangguan pernapasan selama tiga bulan terakhir.
Dokumen itu dapat dibagikan kepada dokter untuk membantu proses diagnosis lebih lanjut. Selain itu, aplikasi Health turut menyediakan artikel edukasi terkait sleep apnea dan kualitas tidur.
Di sisi lain, fitur Hearing Test pada AirPods Pro dirancang berdasarkan metode pure-tone audiometry yang umum digunakan dalam pemeriksaan pendengaran klinis.
Tes dilakukan dengan memutar nada pada berbagai frekuensi dan tingkat suara untuk mengukur sensitivitas pendengaran pengguna di masing-masing telinga.

Hasil tes akan menampilkan tingkat gangguan pendengaran dalam format audiogram beserta klasifikasi dan rekomendasi lanjutan.
Apple menyatakan seluruh data kesehatan disimpan secara terenkripsi di perangkat dan iCloud guna menjaga privasi pengguna.
Fitur Hearing Test mendukung AirPods Pro generasi terbaru dengan firmware terkini yang dipasangkan ke perangkat berbasis iOS 18 atau iPadOS 18.
Sementara fitur sleep apnea tersedia untuk model Apple Watch terbaru yang kompatibel.
Peluncuran di India memperlihatkan fokus Apple terhadap pasar kesehatan digital yang berkembang pesat, khususnya di kawasan Asia.
Selain menghadirkan perangkat konsumen, perusahaan juga terus memperluas fungsi kesehatan berbasis perangkat lunak dan sensor untuk mendukung pemantauan kondisi medis secara lebih praktis di kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Apple Watch Series 10, Layar Lebih Besar hingga Deteksi Sleep Apnea

















































