Apple MacBook Neo Diproyeksikan Tembus 5 Juta Unit

6 hours ago 5

Selular.ID – Apple diproyeksikan mencatat penjualan kuat untuk laptop entry-level terbarunya, MacBook Neo, yang diperkenalkan pada 4 Maret 2026.

Sejumlah laporan industri menyebut perangkat ini berpotensi dikirim antara 4 hingga 5 juta unit sepanjang tahun 2026, menjadikannya salah satu pendorong pertumbuhan lini Mac di tengah perlambatan pasar laptop global.

Perangkat tersebut diposisikan sebagai MacBook paling terjangkau yang pernah dirilis Apple, dengan harga mulai sekitar US$599 dan US$499 untuk segmen pendidikan.

Apple merancang MacBook Neo untuk menjangkau pasar laptop mainstream, khususnya kategori harga US$500–US$800 yang selama ini didominasi perangkat Windows dan Chromebook.

Menurut laporan firma riset pasar TrendForce, kehadiran MacBook Neo berpotensi meningkatkan pengiriman notebook Apple sekitar 7,7% pada 2026.

Jika proyeksi tersebut tercapai, pangsa pasar macOS diperkirakan dapat naik hingga sekitar 13,2% di pasar notebook global.

Apple memperkenalkan MacBook Neo sebagai laptop dengan desain aluminium berwarna cerah, layar Liquid Retina 13 inci, serta dukungan prosesor berbasis Apple Silicon.

Berbeda dari lini MacBook lainnya yang umumnya menggunakan chip seri M, perangkat ini ditenagai oleh chip A18 Pro—prosesor yang sebelumnya digunakan pada iPhone kelas flagship.

Chip tersebut dirancang untuk memberikan kinerja efisien untuk aktivitas sehari-hari seperti browsing, streaming, hingga pengolahan foto ringan.

Dalam konfigurasi dasarnya, MacBook Neo hadir dengan memori 8GB dan penyimpanan 256GB, serta menawarkan masa pakai baterai hingga sekitar 16 jam.

Laptop ini juga dilengkapi kamera FaceTime HD 1080p, dua mikrofon, speaker stereo dengan dukungan Spatial Audio, dua port USB-C, serta jack headphone.

Langkah Apple memasuki segmen laptop entry-level dinilai sebagai perubahan strategi penting bagi perusahaan.

Selama bertahun-tahun, harga MacBook umumnya berada di atas US$1.000, sehingga akses ke ekosistem macOS lebih terbatas dibandingkan laptop Windows di kelas menengah ke bawah.

Dengan MacBook Neo, Apple berupaya memperluas basis pengguna baru, termasuk pelajar dan pengguna yang sebelumnya menggunakan perangkat komputasi berbasis Windows atau Chromebook.

Selain faktor harga, pendekatan Apple terhadap rantai pasok juga dinilai memberi keuntungan kompetitif.

Apple memanfaatkan desain chip internal serta konfigurasi perangkat yang relatif standar untuk mengendalikan biaya produksi, terutama saat harga komponen seperti memori dan prosesor meningkat di industri PC.

Model ini memungkinkan perusahaan menawarkan harga lebih rendah dibandingkan MacBook generasi sebelumnya.

Produksi MacBook Neo saat ini dilaporkan ditangani oleh perusahaan manufaktur elektronik Quanta Computer sebagai perakit utama.

Beberapa laporan industri juga menyebut kemungkinan produsen lain seperti Foxconn dapat bergabung sebagai pemasok tambahan untuk meningkatkan kapasitas produksi jika permintaan terus meningkat.

Sementara itu, analis industri seperti Ming‑Chi Kuo mengungkap bahwa Apple telah menyiapkan pengembangan generasi berikutnya dari perangkat ini.

Model penerus yang sementara disebut MacBook Neo 2 diperkirakan hadir sekitar 2027 dan berpotensi membawa dukungan layar sentuh—fitur yang selama ini belum tersedia pada MacBook.

Teknologi yang dipertimbangkan adalah panel dengan metode on-cell touch yang mengintegrasikan sensor sentuh langsung ke lapisan layar untuk menjaga desain tetap tipis.

Jika strategi MacBook Neo berhasil menarik konsumen di segmen laptop terjangkau, produk ini berpotensi memengaruhi dinamika harga dan kompetisi di pasar notebook global.

Kehadiran MacBook dengan harga di bawah US$600 membuka peluang Apple memperluas penetrasi ekosistem macOS, sekaligus meningkatkan tekanan kompetitif bagi produsen laptop Windows di kelas harga yang sama.

Baca Juga: MacBook Neo Jadi Laptop Apple Paling Terjangkau

Read Entire Article
Global Food