Vivo Y37+ Resmi Dirilis, Baterai 6.000mAh dan Snapdragon 4 Gen 2

5 hours ago 2

Selular.ID – Vivo resmi meluncurkan smartphone terbaru bertajuk Vivo Y37+ pada 8 Maret 2026 di pasar Tiongkok.

Perangkat ini hadir sebagai bagian dari lini seri Y yang menyasar segmen entry-level hingga menengah, dengan menawarkan baterai berkapasitas besar 6.000mAh, chipset Qualcomm Snapdragon 4 Gen 2, serta dukungan jaringan 5G.

Peluncuran Vivo Y37+ memperluas portofolio seri Y37 yang sebelumnya telah diperkenalkan Vivo di pasar domestiknya.

Strategi ini mempertegas fokus Vivo pada perangkat dengan daya tahan baterai panjang dan performa efisien untuk kebutuhan harian, termasuk komunikasi, media sosial, dan konsumsi konten digital.

Berdasarkan informasi resmi yang dipublikasikan Vivo di Tiongkok, Vivo Y37+ diposisikan sebagai perangkat dengan keseimbangan antara performa dan efisiensi daya.

Penggunaan Snapdragon 4 Gen 2 menunjukkan pendekatan Vivo dalam memanfaatkan platform 4nm dari Qualcomm yang dirancang untuk efisiensi daya lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Secara spesifikasi, Vivo Y37+ dibekali layar LCD berukuran 6,56 inci dengan resolusi HD+ dan refresh rate 90Hz.

Refresh rate 90Hz memungkinkan tampilan animasi dan pergerakan layar terasa lebih halus dibanding panel standar 60Hz. Desainnya mengusung punch-hole di bagian atas layar untuk menempatkan kamera depan.

Dari sisi dapur pacu, Snapdragon 4 Gen 2 yang digunakan merupakan chipset kelas menengah bawah yang mendukung konektivitas 5G.

Prosesor ini dipadukan dengan RAM 8GB serta penyimpanan internal 256GB. Kombinasi tersebut ditujukan untuk menunjang aktivitas multitasking ringan hingga menengah tanpa hambatan berarti di kelas harganya.

Untuk fotografi, Vivo Y37+ mengandalkan kamera utama 50MP di bagian belakang. Kamera ini dirancang untuk menghasilkan detail yang cukup tajam dalam kondisi pencahayaan memadai.

Sementara itu, kamera depan beresolusi 5MP ditempatkan pada punch-hole untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video.

Salah satu sorotan utama perangkat ini adalah baterai berkapasitas 6.000mAh. Kapasitas tersebut tergolong besar di kelasnya dan dirancang untuk penggunaan seharian penuh bahkan lebih, tergantung pola pemakaian.

Vivo menyertakan dukungan pengisian daya 44W, yang memungkinkan proses isi ulang berlangsung lebih cepat dibanding pengisian standar 18W atau 33W yang umum di segmen serupa.

Vivo Y37+ menjalankan sistem operasi Android dengan antarmuka OriginOS versi terbaru untuk pasar Tiongkok.

Antarmuka ini membawa sejumlah fitur kustomisasi dan optimalisasi sistem yang menjadi ciri khas perangkat Vivo di pasar domestik.

Dari sisi desain, perangkat ini hadir dengan bodi ramping serta modul kamera belakang berbentuk persegi panjang. Vivo menyediakan beberapa pilihan warna yang ditujukan untuk konsumen muda, sejalan dengan positioning seri Y sebagai perangkat stylish namun tetap terjangkau.

Untuk harga, Vivo Y37+ dibanderol sekitar 1.199 yuan di pasar Tiongkok, atau setara kisaran Rp2 jutaan jika dikonversi secara kasar.

Harga tersebut menempatkannya di segmen kompetitif yang dihuni berbagai merek lain dengan spesifikasi serupa, terutama di pasar domestik China yang sangat dinamis.

Langkah Vivo merilis Y37+ menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menggarap segmen menengah bawah dengan kombinasi baterai besar, konektivitas 5G, dan penyimpanan lega.

Segmen ini menjadi salah satu penopang volume pengiriman smartphone secara global, terutama di negara berkembang yang masih mencatat permintaan tinggi untuk perangkat 5G terjangkau.

Belum ada informasi resmi dari Vivo terkait ketersediaan Vivo Y37+ di luar Tiongkok, termasuk kemungkinan masuk ke pasar Asia Tenggara.

Namun, melihat pola distribusi seri Y sebelumnya, ekspansi ke pasar lain tetap terbuka bergantung pada strategi regional perusahaan.

Baca Juga:Harga Smartphone Naik Global, Vivo X300 Pro Jadi Contoh

Dengan spesifikasi yang difokuskan pada daya tahan baterai, konektivitas 5G, serta konfigurasi memori besar, Vivo Y37+ memperkuat lini produk Vivo di kelas harga terjangkau dan mempertegas strategi perusahaan dalam menjaga daya saing di segmen volume.

Read Entire Article
Global Food