Selular.ID – Telkom menggelar GoZero% Grand Champion Innovation Festival pada 2–3 Maret 2026 di Telkom Landmark Tower Surabaya.
Program ini menjadi ajang kompetisi inovasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) yang melibatkan karyawan Telkom dari berbagai regional untuk menghadirkan solusi pengelolaan limbah operasional yang aplikatif dan berkelanjutan.
Kompetisi ini merupakan tahap nasional setelah sebelumnya GoZero% Innovation Festival digelar di lima wilayah regional Telkom, yaitu Bandung, Makassar, Medan, Tarakan, dan Yogyakarta.
Ide terbaik dari setiap regional kemudian berkompetisi pada tahap Grand Champion untuk menentukan inovasi yang memiliki dampak paling besar serta potensi implementasi di lingkungan TelkomGroup.
Direktur Digital Collaboration for Sustainability Telkom, Runik Machfiroh, menilai program GoZero% menjadi bagian penting dalam mendorong komitmen keberlanjutan perusahaan melalui keterlibatan langsung karyawan.
Menurutnya, inisiatif tersebut tidak hanya meningkatkan kesadaran terhadap isu lingkungan, tetapi juga mendorong tindakan nyata dalam menghadirkan solusi keberlanjutan di lingkungan operasional perusahaan.
Program GoZero% Innovation Festival dirancang sebagai wadah bagi karyawan Telkom untuk mengembangkan ide inovatif yang sejalan dengan pilar ESG perusahaan, yaitu Save Our Planet dan Empower Our People.
Kedua pilar tersebut menjadi kerangka utama Telkom dalam menjalankan transformasi bisnis yang mempertimbangkan dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.
Pengelolaan limbah operasional menjadi salah satu fokus utama dalam kompetisi ini. Di sektor telekomunikasi, aktivitas operasional perusahaan menghasilkan berbagai jenis limbah seperti kabel jaringan, perangkat elektronik, hingga sampah kantor.
Tanpa pengelolaan yang tepat, limbah tersebut berpotensi menumpuk dan tidak dimanfaatkan secara optimal. Melalui kompetisi inovasi ini, Telkom mendorong pendekatan yang lebih sistematis untuk mengolah limbah agar memiliki nilai guna baru.
Rangkaian GoZero% Grand Champion Innovation Festival berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, para finalis mempresentasikan solusi inovasi mereka di hadapan dewan juri.
Terdapat lima tim finalis yang mewakili masing-masing regional, yaitu MyCarbon dari Telkom Regional I, Ecoquest dari Regional II, Forec dari Regional III, Restylecle Transforming Uniforms Sustainability dari Regional IV, serta Clean Ocean IoT (CLEOO) dari Regional V.
Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa aspek utama, mulai dari relevansi terhadap prinsip ESG, potensi implementasi di lingkungan perusahaan, dampak yang dihasilkan, keberlanjutan solusi, hingga tingkat inovasi teknologi yang ditawarkan.
Pendekatan ini memastikan ide yang terpilih tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga memiliki peluang untuk diimplementasikan secara nyata dalam operasional TelkomGroup.
Dari proses penilaian tersebut, inovasi Forec dari Telkom Regional III terpilih sebagai juara. Solusi ini mengusung konsep pengolahan limbah kabel menjadi material konstruksi dan paving.
Selain mengurangi timbulan limbah operasional, pendekatan tersebut juga membuka potensi nilai ekonomi baru karena material hasil olahan dapat dimanfaatkan kembali dalam kebutuhan pembangunan infrastruktur.
Memasuki hari kedua, peserta mengikuti kegiatan GoZero% Eco-Deep Dive sebagai bagian dari proses pembelajaran lapangan mengenai praktik pengelolaan limbah. Kegiatan ini dilakukan melalui kunjungan ke PLTSA Benowo yang dikelola oleh PT Sumber Organik.
Vice President Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, menjelaskan bahwa kegiatan Eco-Deep Dive dirancang agar pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan festival saja.
Ia menekankan bahwa pengalaman tersebut diharapkan dapat diterapkan kembali di masing-masing regional Telkom sebagai bagian dari implementasi program keberlanjutan perusahaan.
Fasilitas PLTSA Benowo merupakan salah satu proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik di Indonesia.
Dalam operasionalnya, fasilitas tersebut mampu memproses sekitar 1.600 ton sampah per hari atau hampir 70 persen dari total timbulan sampah di Kota Surabaya.
Teknologi yang digunakan mencakup sistem fermentasi gas landfill dengan kapasitas 1,65–2 megawatt serta teknologi thermochemical gasification berkapasitas 9 megawatt.

Secara keseluruhan, pembangkit ini menghasilkan sekitar 11 megawatt listrik yang kemudian disalurkan ke jaringan nasional milik Perusahaan Listrik Negara. Energi tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan listrik sekitar 11.000 rumah tangga.
Manajer Operasional PLTSA Benowo, M. Ali Asyar, menjelaskan bahwa proses pengolahan sampah di fasilitas tersebut menghasilkan berbagai produk turunan, mulai dari energi listrik, air layak pakai, hingga kompos.
Ia juga menyebutkan bahwa karakteristik sampah rumah tangga di Indonesia memiliki potensi yang baik untuk diolah menjadi energi.
Melalui GoZero% Innovation Festival, Telkom menempatkan inovasi karyawan sebagai salah satu penggerak utama dalam pengembangan solusi keberlanjutan perusahaan.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya Telkom untuk mengintegrasikan praktik ESG dalam aktivitas operasional serta mendukung agenda pengelolaan limbah dan transisi energi yang tengah didorong di tingkat nasional.
Baca Juga: Telkom Gelar GoZero% Bandung, Lahirkan Inovasi Pengolahan Sampah















































