Selular.ID – Shopee dan Meta resmi meluncurkan kemitraan afiliasi di Instagram bagi kreator yang memenuhi syarat di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Taiwan, dan Brasil.
Program yang diumumkan pada 6 Juli 2026 ini memungkinkan kreator menghubungkan akun Program Afiliasi Shopee ke akun profesional Instagram untuk membagikan rekomendasi produk melalui konten Reels dan Feed sekaligus memperoleh komisi dari transaksi yang memenuhi syarat di platform Shopee.
Peluncuran tersebut menjadi kelanjutan dari kerja sama afiliasi Shopee dan Meta di Facebook yang diperkenalkan pada 2025.
Berdasarkan data resmi Shopee, hingga Maret 2026 lebih dari lima juta kreator di berbagai negara telah menghubungkan akun Facebook mereka dengan Program Afiliasi Shopee.
Sekitar 50 persen di antaranya merupakan kreator baru yang bergabung melalui kolaborasi tersebut, menunjukkan efektivitas integrasi platform Meta dalam memperluas ekosistem afiliasi Shopee.
Melalui integrasi baru di Instagram, Shopee dan Meta ingin menyederhanakan proses monetisasi bagi kreator sekaligus memperpendek jalur pembelian dari konten ke transaksi.
Peggy Zhu, Executive Director, Brand and Growth Marketing Shopee, mengatakan keberhasilan kemitraan di Facebook menunjukkan bahwa perpaduan antara konten kreator, kepercayaan audiens, dan pengalaman belanja mampu mendorong pertumbuhan perdagangan digital.
Menurutnya, ekspansi ke Instagram merupakan bagian dari komitmen Shopee dalam mendukung kreator, penjual, dan brand seiring meningkatnya peran konten dalam perjalanan belanja konsumen.
Melalui fitur ini, kreator yang memenuhi persyaratan dapat menghubungkan akun afiliasi Shopee dengan akun profesional Instagram, kemudian memilih produk afiliasi yang ingin dipromosikan dalam konten Reels maupun Feed.
Setiap unggahan dapat menampilkan beberapa produk sekaligus, dilengkapi ikon belanja dan label yang menunjukkan bahwa kreator berhak memperoleh komisi.
Pendekatan tersebut dirancang agar pengguna Instagram dapat mengenali produk yang direkomendasikan dengan lebih mudah sebelum melanjutkan proses pembelian di aplikasi Shopee.
Shopee menjelaskan bahwa komisi diberikan ketika audiens menyelesaikan pembelian yang memenuhi syarat melalui tautan afiliasi yang digunakan kreator.
Dengan mekanisme ini, proses promosi, penemuan produk, hingga transaksi berlangsung lebih terintegrasi tanpa mengubah pola konsumsi konten pengguna di Instagram.
Respons awal terhadap implementasi program di Instagram disebut menunjukkan minat yang positif, terutama pada format video pendek Reels yang kini menjadi salah satu kanal utama promosi produk.
Shopee menilai format tersebut memberi ruang bagi kreator untuk menyampaikan rekomendasi secara lebih natural sekaligus meningkatkan peluang interaksi dengan pengikut.
Ekida Rehanf, kreator konten asal Indonesia dengan akun Instagram @ekidarehanf, mengatakan dirinya selama ini memanfaatkan Instagram Reels untuk membagikan rekomendasi produk kepada pengikutnya.
Menurutnya, integrasi afiliasi Shopee ke dalam Reels mempermudah audiens menemukan produk yang direkomendasikan sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan dari konten yang telah rutin diproduksi.
Bagi penjual dan brand, integrasi ini menghadirkan saluran pemasaran baru yang memanfaatkan pengaruh kreator di media sosial.
Konten yang dipublikasikan kreator dapat membantu memperluas jangkauan produk kepada audiens yang memiliki minat tinggi terhadap kategori tertentu, sementara Shopee menyediakan proses transaksi yang berlangsung langsung di dalam ekosistem platform e-commerce miliknya.
Strategi tersebut mencerminkan tren social commerce yang semakin berkembang di berbagai pasar Asia Tenggara, ketika keputusan pembelian semakin dipengaruhi oleh rekomendasi kreator dibandingkan iklan konvensional.
Integrasi antara platform media sosial dan marketplace juga dinilai mempercepat proses penemuan produk hingga konversi pembelian karena pengguna tidak perlu melalui tahapan yang panjang.
Selain peluncuran program afiliasi di Instagram, Shopee dan Meta juga mulai menguji solusi iklan afiliasi dalam peluncuran terbatas di sejumlah negara Asia Tenggara.
Dalam skema ini, penjual dan brand dapat mempromosikan konten afiliasi tertentu sebagai iklan berbayar di platform Meta setelah memperoleh persetujuan dari kreator yang bersangkutan.
Konten promosi tersebut tetap diberi label yang jelas sebagai iklan, sementara sistem periklanan Meta akan membantu mendistribusikannya kepada audiens yang relevan.
Pendekatan tersebut diharapkan memberi peluang bagi penjual untuk memperluas jangkauan konten yang telah terbukti mendapatkan respons positif dari audiens organik.
Pada saat yang sama, kreator tetap memperoleh manfaat dari kerja sama komersial yang berlangsung secara transparan.
Nicole Tan, Managing Director Meta Singapore, mengatakan hadirnya kemitraan afiliasi bersama Shopee di Instagram membuka lebih banyak peluang monetisasi bagi kreator sekaligus mendukung mereka menghasilkan konten yang lebih berkualitas.
Pernyataan tersebut menegaskan fokus Meta dalam memperluas ekosistem creator economy melalui integrasi dengan platform perdagangan digital.
Shopee dan Meta juga menyatakan bahwa perlindungan data pengguna menjadi bagian dari implementasi program ini.
Proses penautan akun maupun aktivitas afiliasi dilakukan sesuai ketentuan perlindungan data yang berlaku di masing-masing wilayah operasional, sementara kreator tetap memiliki kendali penuh terhadap akun yang mereka hubungkan.
Kemitraan afiliasi Instagram bersama Shopee kini telah tersedia bagi kreator yang memenuhi syarat di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Taiwan, dan Brasil.
Ekspansi ini memperluas kolaborasi kedua perusahaan dalam menghubungkan ekosistem media sosial dengan perdagangan digital, sekaligus memberikan kanal monetisasi baru bagi kreator serta peluang pemasaran tambahan bagi penjual dan brand di platform Shopee.
Baca Juga: Prediksi E-commerce 2026: TikTok Shop Bisa Lampaui Shopee

















































