Selular.ID – PT Sharp Electronics Indonesia meresmikan program Sharp Hydro Heroes di Bekasi Utara, Jawa Barat, pada 20 Agustus 2026, dengan menyasar ibu-ibu muda melalui pemberdayaan berbasis pertanian hidroponik.
Program ini menggabungkan pelatihan bercocok tanam, pengelolaan hasil panen, kewirausahaan, pemasaran digital, serta edukasi pola makan beragam untuk mendukung ekonomi dan kesadaran gizi keluarga.
Sharp mengembangkan Sharp Hydro Heroes setelah sebelumnya menjalankan program serupa di Karawang pada 2024 dengan melibatkan generasi muda di sekitar lingkungan perusahaan.
Di Bekasi, pendekatan program disesuaikan dengan kebutuhan keluarga, terutama melalui peningkatan keterampilan produktif bagi ibu muda sekaligus edukasi mengenai konsumsi sayur dan pola makan yang beragam bagi anak.
“Melalui Sharp Hydro Heroes, kami ingin hadir lebih dekat dengan kebutuhan keluarga di sekitar kami. Kami percaya pemberdayaan perempuan tidak hanya berbicara mengenai peningkatan ekonomi, tetapi juga mengenai bagaimana seorang ibu dapat menjadi penggerak perubahan di dalam keluarganya,” ujar Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia.
Fokus pada Ekonomi Keluarga dan Gizi Anak
Program Sharp Hydro Heroes di Bekasi juga dikaitkan dengan persoalan pemenuhan gizi anak.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang tercantum dalam materi program, prevalensi stunting di Kota Bekasi mencapai 11,7%, terdiri dari 2,5% anak sangat pendek dan 9,2% anak pendek.
Pemerintah Kota Bekasi melalui RPJMD 2025–2029 menargetkan prevalensi stunting turun dari 9,05% pada 2025 menjadi 8,50% pada 2026 dan 7,06% pada 2029.
Sharp merancang program tersebut agar peserta tidak hanya berperan sebagai produsen sayuran.
Mereka juga memperoleh edukasi mengenai manfaat sayuran, keberagaman makanan, pengelolaan hasil panen, serta cara memperkenalkan sayuran kepada anak dalam kehidupan sehari-hari.
Lurah Teluk Pucung, Bekasi Utara, Ismail Marzuki, mengapresiasi program tersebut sebagai bentuk kolaborasi dalam pemberdayaan perempuan, peningkatan ekonomi keluarga, dan peningkatan kesadaran terhadap pangan bergizi bagi anak.
Menurutnya, inisiatif tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Bekasi dalam mencegah stunting melalui keberagaman konsumsi sayur-mayur.
Sharp Hydro Heroes memanfaatkan lahan berukuran 15 x 5 meter di area SAGA Life School, Kelurahan Teluk Pucung, Bekasi Utara.
Lahan tersebut digunakan sebagai area pertanian hidroponik sekaligus ruang pembelajaran bagi peserta. Sebanyak 20 peserta terpilih akan mengikuti pelatihan yang disusun secara terstruktur.
Materi pelatihan mencakup dasar-dasar pertanian dan hidroponik, teknik penanaman serta perawatan tanaman, pengelolaan dan pemanenan, hingga pengolahan hasil panen.
Peserta juga mendapatkan pembekalan kewirausahaan, perhitungan sederhana biaya dan potensi usaha, pemasaran dan branding produk, serta pemanfaatan media sosial untuk pemasaran.
Edukasi mengenai pola makan beragam dan pentingnya sayuran bagi keluarga turut menjadi bagian program.

Manfaatkan Teknologi dan Kanal Digital
Pendekatan Sharp tidak berhenti pada keterampilan produksi. Peserta juga didorong memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan produk, membangun basis pelanggan, dan memperluas pasar.
Strategi tersebut dirancang agar ibu muda dapat mengembangkan keterampilan hidroponik sebagai aktivitas produktif yang berpotensi menjadi usaha rumahan, tanpa mengesampingkan peran mereka dalam keluarga.
Pemilihan peserta dilakukan melalui proses seleksi berdasarkan domisili, kesiapan mengikuti rangkaian pelatihan, serta komitmen mengembangkan keterampilan hidroponik dan menerapkannya untuk mendukung ekonomi serta kesehatan keluarga.
Sharp menempatkan peserta bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai agent of change di lingkungan keluarga masing-masing.
Program tersebut juga dikaitkan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Sharp menyebut Sharp Hydro Heroes mendukung SDG 2 mengenai Zero Hunger, SDG 3 tentang Good Health and Well-being, SDG 5 mengenai Gender Equality, SDG 8 tentang Decent Work and Economic Growth, SDG 10 terkait Reduced Inequalities, serta SDG 12 mengenai Responsible Consumption and Production.

Melanjutkan Program dari Karawang
Sharp Hydro Heroes pertama kali diperkenalkan di Karawang pada November 2024. Saat itu, program melibatkan 20 pemuda dan pemudi dari lingkungan sekitar perusahaan dengan materi pelatihan yang meliputi dasar pertanian, hidroponik, pemasaran digital, dan kewirausahaan.
Panen perdana tanaman selada kemudian dilakukan pada Januari 2025.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan Sharp Hydro Heroes di Bekasi dengan sasaran penerima manfaat yang berbeda.
Kali ini, Sharp menitikberatkan program pada ibu muda dan kebutuhan keluarga, termasuk aspek ekonomi serta literasi pangan dan gizi.
Dalam pelaksanaannya, Sharp menggandeng Benihbaik.com sebagai mitra. Organisasi tersebut mendukung program melalui penyediaan sumber daya, jaringan, dan pendampingan yang berkaitan dengan pengembangan program sosial dan keberlanjutan.
Chief of Strategic & Business Development Benihbaik.com, Firdaus Juli, mengatakan pendampingan diperlukan agar pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi keterampilan yang bermanfaat bagi keluarga dan berpotensi menjadi sumber penghasilan.
Pandu Setio, PR & Brand Communication Department Head PT Sharp Electronics Indonesia, menyatakan Sharp berharap Sharp Hydro Heroes dapat berkembang menjadi gerakan yang memberikan dampak bagi keluarga.
Fokusnya mencakup peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan bagi ibu untuk berkembang, sekaligus memberikan manfaat bagi anak, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Sharp menempatkan keberhasilan program bukan hanya berdasarkan jumlah tanaman yang dipanen.
Indikator yang ditekankan mencakup kemampuan peserta memperoleh keterampilan baru yang dapat menghasilkan pendapatan, meningkatnya pemahaman keluarga mengenai makanan bergizi, pengenalan sayuran kepada anak, serta pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif.
Melalui Sharp Hydro Heroes di Bekasi, Sharp Indonesia menggabungkan pemberdayaan perempuan, pertanian hidroponik, edukasi gizi, kewirausahaan, dan pemanfaatan kanal digital dalam satu program masyarakat.
Pelaksanaan program dengan 20 peserta dan pemanfaatan lahan 15 x 5 meter menjadi bagian dari pendekatan Sharp untuk mengembangkan keterampilan produktif sekaligus memperkuat kesadaran keluarga terhadap pangan yang beragam dan bergizi.
Baca Juga: Sharp Hydro Heroes Sukses Ciptakan Petani Muda Berkelanjutan















































