Plafon Kelas SMP 60 Surabaya Ambruk Diduga Imbas Cuaca Ekstrem

2 hours ago 3

Surabaya, CNN Indonesia --

Plafon salah satu ruang kelas di lantai tiga SMP Negeri 60 Surabaya, Jawa Timur (Jatim), ambruk, Rabu (28/1) pagi. Akibat kejadian tersebut, tiga siswa tertimpa reruntuhan dan harus mendapat perawatan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Kondisi atap itu diduga melemah imbas cuaca ekstrem di ibu kota provinsi Jatim tersebut beberapa hari terakhir.

Salah satu siswi kelas 7 SMPN 60 Surabaya, Aulia mengatakan kejadian itu bermula saat para murid sedang berada di dalam kelas. Namun tiba-tiba plafon ruangan ambruk. Suasana pun jadi panik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waktu itu kami lagi mengerjakan tugas, tiba-tiba atapnya roboh. Ada tiga teman yang tertimpa, mereka sesak napas dan trauma," kata Aulia salah satu saksi mata.

Akibat kejadian itu, proses belajar mengajar tetap dilanjutkan dengan memindahkan siswa ke sejumlah lokasi alternatif. Ruang BK, musala, hingga halaman sekolah dimanfaatkan sebagai tempat belajar sementara agar aktivitas pendidikan tidak terhenti.

"Sekarang belajarnya dipindahkan ke ruang BK, musala, dan lapangan," ucapnya.

Ketua Tim Operasional Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arief Sunandar mengatakan diduga kuat insiden ini dipicu cuaca ekstrem disertai angin kencang yang melanda Surabaya beberapa hari terakhir.

Beruntung, tidak ada korban luka serius dalam kejadian ini. Meski sempat tertimpa material plafon, kondisi ketiga siswa dinyatakan aman dan diperbolehkan pulang.

"Memang ada kejadian plafon kelas di lantai tiga SMP Negeri 60 ini runtuh. Diduga karena cuaca ekstrem dan angin cukup kencang," kata Arief.

Dia mengatakan petugas gabungan bersama pihak sekolah segera melakukan pembersihan reruntuhan, mengevakuasi siswa, serta memasang garis pembatas karena lokasi dinilai masih berpotensi membahayakan.

"Lokasi sudah kami bersihkan. Beberapa kelas di sekitar area runtuh juga kami kosongkan untuk dilakukan pengecekan keamanan," lanjut Arief.

Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, khususnya hujan yang berpotensi kembali turun, BPBD Kota Surabaya mendirikan tenda darurat di halaman olahraga sekolah.

Tenda tersebut disiapkan sebagai ruang belajar sementara agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan aman.

BPBD juga memastikan akan melakukan pengecekan lanjutan terhadap seluruh plafon ruang kelas di lantai tiga untuk mencegah kejadian serupa terulang. 

(frd/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Global Food