Komisi I Desak Evaluasi Total Pengiriman Prajurit TNI ke Lebanon

10 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menegaskan pemerintah dan TNI harus segera mengevaluasi total pengiriman pasukan dalam misi perdamaian dunia di Lebanon (UNIFIL).

Desakan evaluasi itu disampaikan Dave menyusul insiden dua prajurit TNI yang kembali gugur akibat serangan Israel, sehari setelah satu prajurit atas nama Praka Farizal Romadhon juga tewas.

"Saya terus menyampaikan untuk dilakukan evaluasi mendalam, evaluasi ulang akan keberadaan prajurit kita di sana," ujar Dave di kompleks parlemen, Selasa (31/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dave, TNI mestinya telah melakukan rotasi penempatan prajurit per Mei. Nantinya, kata dia, TNI bisa mengurangi atau bahkan mengubah strategi operasi menjadi hanya di area markas.

"Apakah itu mereka perlahan dikurangi jumlahnya, atau operasinya itu diubah menjadi tetap berada di dalam markas, atau bagaimana," ujarnya.

Namun, dia menyerahkan keputusan itu pada Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan. Hanya saja, Dave menilai keselamatan prajurit yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB atau UNIFIL di Lebanon harus menjadi prioritas.

"Nah, kalau memang perang masih berkecamuk antara Hizbullah dengan Israel dan jelas ini bukan hanya membahayakan dan telah menewaskan prajurit kita, ya harus ada ketegasan eh baik dari PBB itu sendiri, atau juga dari Mabes TNI," katanya.

Ketiga prajurit TNI tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) gugur. Dalam pernyataannya, UNIFIL menyampaikan dua prajurit TNI yang gugur pada Senin (30/3) akibat ledakan dari sumber yang belum diketahui.

Sementara itu, prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, tewas akibat ledakan proyektil di dekat salah satu pos Indonesia di desa Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3).

Dalam pernyataan di media sosial X, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan serangan keji terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB yang terulang ini sama sekali tidak bisa diterima.

Indonesia menegaskan serangan ini tidak dapat dipandang sebagai kejadian yang terpisah, melainkan mencerminkan situasi keamanan yang semakin memburuk di Lebanon Selatan.

"Indonesia terus mengutuk keras serangan Israel di Lebanon selatan, yang secara signifikan meningkatkan risiko yang dihadapi oleh peacekeepers PBB serta melemahkan pelaksanaan mandat UNIFIL sebagaimana diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan 1701 (2006)," ujar Kemlu RI.

(thr/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Global Food