iQoo, Redmi dan OnePlus Diprediksi Naikkan Harga Flagship Android

2 hours ago 2

Selular.ID – Sejumlah vendor smartphone Android seperti OnePlus, iQoo dan Redmi diperkirakan akan menaikkan harga ponsel flagship generasi berikutnya karena penggunaan teknologi chip baru berbasis proses 2 nanometer (2nm).

Informasi ini mengemuka dari laporan media teknologi Gizchina yang mengutip bocoran dari leaker industri Digital Chat Station, awal Maret 2026. ([Gizchina][1])

Menurut laporan tersebut, ponsel flagship Android yang menggunakan chipset 2nm kemungkinan akan memiliki harga awal sekitar 5.000 yuan atau sekitar 620 euro untuk varian dasar dengan konfigurasi 12GB RAM dan penyimpanan 256GB.

Angka tersebut menandai kenaikan harga yang cukup signifikan dibandingkan beberapa flagship sebelumnya dari brand yang sama.

Laporan tersebut menyebut bahwa tiga merek tersebut kemungkinan akan meluncurkan perangkat flagship generasi baru dengan teknologi chip yang sama.

Kenaikan harga dipandang sebagai konsekuensi langsung dari peningkatan biaya produksi semikonduktor generasi terbaru di rantai pasok industri smartphone global.

Teknologi proses fabrikasi 2nm merupakan generasi lanjutan dari chip 3nm yang saat ini digunakan pada sejumlah smartphone kelas premium.

Dalam industri semikonduktor, angka “nanometer” merujuk pada ukuran proses manufaktur transistor di dalam chip.

Semakin kecil ukurannya, semakin banyak transistor yang dapat dipasang dalam satu area silikon, sehingga meningkatkan kinerja sekaligus efisiensi energi perangkat.

Dengan kepadatan transistor yang lebih tinggi, chip 2nm secara teori dapat memberikan peningkatan performa komputasi sekaligus efisiensi daya yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.

Hal ini memungkinkan smartphone menjalankan beban kerja berat seperti pemrosesan AI di perangkat, fotografi komputasional, hingga gaming grafis tinggi dengan konsumsi daya yang lebih efisien.

Namun teknologi manufaktur yang lebih canggih juga membawa konsekuensi biaya produksi yang lebih mahal.

Pabrik semikonduktor seperti TSMC membutuhkan investasi besar untuk memproduksi chip dengan proses fabrikasi baru, sehingga biaya produksi per wafer meningkat.

Biaya tambahan ini kemudian diteruskan ke produsen smartphone dan pada akhirnya tercermin pada harga jual perangkat ke konsumen.

Fenomena kenaikan harga ini menarik karena melibatkan beberapa brand secara bersamaan. OnePlus, iQoo, dan Redmi selama ini dikenal sebagai produsen yang menawarkan performa flagship dengan harga relatif lebih terjangkau dibandingkan merek premium seperti Samsung** atau Apple.

Strategi tersebut membuat ketiga brand tersebut populer di kalangan pengguna yang mencari spesifikasi tinggi dengan harga kompetitif.

Jika harga dasar flagship baru benar-benar dimulai dari 5.000 yuan, posisi perangkat flagship dari ketiga brand tersebut akan bergeser ke segmen harga yang lebih tinggi.

Hal ini menunjukkan adanya perubahan dinamika pasar smartphone premium, terutama ketika teknologi chip terbaru mulai menjadi faktor penentu biaya produksi.

Perubahan ini juga berpotensi memengaruhi struktur pasar smartphone secara keseluruhan.

Ketika harga perangkat flagship meningkat, kesenjangan antara smartphone kelas menengah dan flagship bisa menjadi semakin kecil dari sisi performa.

Beberapa chipset kelas menengah terbaru telah menunjukkan peningkatan kemampuan yang mendekati flagship generasi sebelumnya, sehingga sebagian konsumen mungkin mempertimbangkan alternatif tersebut.

Di sisi lain, produsen smartphone tetap berupaya menghadirkan inovasi untuk mempertahankan daya tarik perangkat premium. Peningkatan kemampuan kamera berbasis komputasi, integrasi kecerdasan buatan di perangkat, serta dukungan pembaruan perangkat lunak jangka panjang menjadi beberapa aspek yang sering digunakan sebagai nilai tambah pada smartphone flagship generasi terbaru.

Perkembangan teknologi chip 2nm diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting dalam evolusi smartphone dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga:Daftar Harga HP Infinix Terbaru Februari 2026, Mulai Rp1 Jutaan

Jika biaya produksi tetap tinggi, harga perangkat flagship Android kemungkinan akan terus mengalami penyesuaian seiring adopsi teknologi semikonduktor generasi baru di industri mobile global.

Read Entire Article
Global Food