Indosat Masuk Tiga Indeks ESG KEHATI Sekaligus

9 hours ago 5

Selular.ID – Indosat Ooredoo Hutchison resmi tercatat dalam tiga indeks Environmental, Social, and Governance (ESG) KEHATI untuk periode Juni–November 2026.

Indosat menjadi satu-satunya emiten operator seluler di Indonesia yang masuk secara bersamaan ke dalam Indeks SRI-KEHATI, Indeks ESG Quality 45 IDX KEHATI, dan Indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI.

Pencapaian tersebut menegaskan pengakuan terhadap kinerja bisnis perusahaan yang dinilai mampu berjalan seiring dengan implementasi praktik keberlanjutan.

Masuknya Indosat ke dalam tiga indeks ESG KEHATI memperkuat posisi perusahaan di mata investor yang semakin mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG) dalam pengambilan keputusan investasi.

Bagi pasar modal Indonesia, indeks-indeks yang dikembangkan KEHATI bersama Bursa Efek Indonesia menjadi salah satu acuan utama dalam menilai emiten yang memiliki praktik bisnis berkelanjutan sekaligus menunjukkan kinerja operasional yang solid.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Indeks SRI-KEHATI sendiri dikenal sebagai salah satu indeks ESG pertama di Indonesia yang memilih perusahaan berdasarkan kualitas pengelolaan lingkungan, tanggung jawab sosial, tata kelola perusahaan, serta fundamental bisnis.

Terpilihnya Indosat dalam indeks tersebut menjadi bagian dari pengakuan terhadap strategi perusahaan yang mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam aktivitas bisnis maupun operasional.

Kinerja tersebut juga didukung oleh capaian finansial perusahaan. Pada kuartal pertama 2026, Indosat membukukan pendapatan sebesar Rp15,2 triliun, meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan menyebut pencapaian tersebut sebagai pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Menurut Indosat, hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan strategi keberlanjutan dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan bisnis dan profitabilitas.

Komitmen terhadap ESG juga tercermin dalam berbagai capaian perusahaan sepanjang tahun buku 2025. Pada aspek lingkungan, Indosat melaporkan berhasil menurunkan intensitas emisi karbon sebesar 50,89 persen.

Perseroan juga meningkatkan efisiensi penggunaan energi hingga 51,89 persen melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam operasional jaringan maupun aktivitas perusahaan.

Pemanfaatan AI menjadi salah satu pendekatan yang dilakukan Indosat untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi konsumsi energi.

Strategi tersebut sejalan dengan tren industri telekomunikasi global yang semakin memanfaatkan otomatisasi jaringan dan analitik berbasis AI untuk meningkatkan performa layanan sekaligus menekan dampak lingkungan.

Di bidang sosial, Indosat terus menjalankan berbagai program pengembangan talenta digital di Indonesia.

Hingga tahun buku 2025, perusahaan menyebut telah berkontribusi dalam pengembangan sekitar 834.000 sumber daya manusia digital melalui berbagai inisiatif, antara lain IDCamp, SheHacks, dan Wadhwani Upskilling.

Program-program tersebut difokuskan pada peningkatan kompetensi digital, pengembangan talenta teknologi, serta pemberdayaan perempuan di sektor digital.

Perseroan juga melanjutkan upaya membangun lingkungan kerja yang lebih inklusif. Salah satu indikator yang disampaikan adalah meningkatnya representasi perempuan pada posisi kepemimpinan hingga mencapai 27,3 persen.

Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi aspek sosial dalam kerangka ESG yang menekankan pentingnya keberagaman dan kesempatan yang setara di lingkungan perusahaan.

Pada aspek tata kelola perusahaan, Indosat memperkuat berbagai inisiatif yang berkaitan dengan keamanan digital dan perlindungan pelanggan.

Perusahaan melanjutkan kampanye anti-spam dan anti-scam sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan masyarakat di ruang digital.

Selain itu, Indosat juga terus memperkuat penerapan perlindungan data pribadi serta menjalankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap proses pengambilan keputusan bisnis.

Director and Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan penerapan prinsip ESG telah menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan bisnis perusahaan sekaligus memitigasi risiko investasi di masa depan.

“Implementasi prinsip ESG penting untuk memitigasi risiko investasi, menjaga ketahanan operasional, serta memastikan keberlanjutan bisnis. Maka dari itu, terdaftarnya Indosat dalam tiga indeks ESG KEHATI membuktikan upaya berkelanjutan perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis agar berjalan selaras dengan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Ke depan, Indosat akan terus memperkuat integrasi ESG di seluruh aspek operasional untuk menciptakan nilai jangka panjang yang #LebihBaik bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Reski Damayanti.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi ESG Indosat tidak hanya berfokus pada pemenuhan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi bagian dari arah pengembangan bisnis perusahaan.

Integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola diterapkan dalam pengelolaan operasional jaringan, pengembangan sumber daya manusia, perlindungan pelanggan, hingga proses pengambilan keputusan di tingkat korporasi.

Ke depan, Indosat menyatakan akan terus memperkuat implementasi ESG di seluruh lini bisnis sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.

Perseroan menilai keberlanjutan merupakan fondasi penting untuk menciptakan nilai bagi pelanggan, investor, karyawan, masyarakat, serta mendukung perkembangan ekosistem digital Indonesia secara berkelanjutan.

Baca Juga: TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Read Entire Article
Global Food