Harapan DPR dari Kunjungan Prabowo ke Arab Saudi, Penambahan Kuota Haji hingga Selamatkan Gaza

17 hours ago 3
Harapan DPR dari Kunjungan Prabowo ke Arab Saudi, Penambahan Kuota Haji hingga Selamatkan Gaza Presiden Prabowo Subianto(Dok.Antara)

WAKIL Ketua MPR-RI sekaligus Anggota DPR-RI Komisi VIII Hidayat Nur Wahid (HNW) berharap beragam hal yang akan dibicarakan dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Arab Saudi mendapatkan sambutan yang positif.

Pertama terkait realisasi pembangunan kampung haji di Mekah. HNW mengatakan pihaknya sangat mendukung bukan hanya kampung haji, tetapi juga kampung haji dan umrah.

Selain fasilitas untuk belanja keperluan sehari-hari bagi jemaah, ia juga berharap dibangun rumah sakit Indonesia di sana.

“Karena salah satu yang kemarin jadi masalah adalah terkait pelayanan kesehatan, termasuk juga banyak yang meninggal karena masalah pelayanan kesehatan. Itu mungkin bisa terjadi masalah karena jemaah haji Indonesia tidak bisa berbahasa Arab, sementara tenaga medis Saudi tidak bisa berbahasa Indonesia,” ujar HNW saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (2/7).

Selanjutnya, ia berharap Presiden membicarakan tentang kuota haji. Bukan sekadar ditambahkan, tetapi bahkan mengusulkan agar mengubah ketentuan kuota jemaah haji dari 1 banding 1.000 menjadi 2 banding 1.000.

“Antrean haji di Indonesia sudah sangat karena kuota haji masih berdasarkan kepada kesepakatan di OKI, yaitu 1 banding 1.000. Satu jemaah haji untuk 1.000 umat muslim,” katanya.

Bahkan, lanjut HNW, 1 banding 1.000 saja sesungguhnya kuota haji di Indonesia masih belum sesuai dengan proporsi yang mestinya didapat. “Karena kalau 1 banding 1.000, mestinya kuota haji di Indonesia paling tidak 245.000 karena jumlah umat Islam di Indonesia sekitar 245 juta. Sementara kemarin kan baru 221.000,” paparnya.

“Nah, kita berharap kalau tetap hanya 1 banding 1.000, maka agar betul-betul dipenuhi 1 banding 1.000 itu sesuai dengan proporsi jumlah penduduk Muslim di Indonesia. Tapi saya mengusulkan yang lebih mendasar lagi, yaitu mengkoreksi kesepakatan di OKI,” jelasnya.

Menurutnya, hal itu perlu disampaikan  Presiden sebagai pimpinan tertinggi di Indonesia kepada otoritas tertinggi di Saudi Arabia. Pasalnya ini memerlukan keputusan tingkat atas.

Ia menilai usulan itu masuk akal mengingat beberapa hal. Misalnya Saudi dengan visi 2030 yang mencanangkan jumlah turis di Saudi itu sekitar 6 juta orang setiap tahun. Kemudian fakta tentang kesiapan infrastruktur Saudi sudah sangat memadai.

“Kalau dulu 1 banding 1.000, mungkin selain karena umat Islam yang belum banyak, juga kesiapan di Saudi sendiri belum seperti sekarang. Dulu tempat tawaf hanya 1 lantai, tempat sa'i hanya 1 lantai, tempat lontar jumrah juga hanya 1 lantai. Sekarang tempat tawaf, sa'i, lempar jumrah itu sudah 5 lantai,” katanya.

HNW juga berharap ada pembicaraan terkait Gaza dan Palestina. Menurutnya, posisi Prabowo cukup strategis sebagai presiden dari negara degan mayoritas penduduk Islam.

“Mempertimbangkan semakin jahatnya Israel terhadap Gaza, saya berharap Presiden juga mengajak bersama-sama dengan Saudi dan negara-negara Liga Arab dan negara-negara BBB untuk semakin fokus menghadirkan langkah-langkah yang konkret, yang serius untuk menyelamatkan Gaza, menyelamatkan kemanusiaan, menghentikan genosida, menghentikan perang,” katanya.

Untuk itu ketentuan dalam pembukaan dalam Undang-Undang Dasar 1945, bahwa Indonesia itu hadir untuk melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian, dan keadilan sosial, akan betul-betul bisa dilaksanakan.

“Ini adalah momentum yang sangat penting. Kita tahu Saudi posisinya sangat dipentingkan apalagi di dunia Islam. Tentu Saudi pun juga ingin mengakhiri konflik di Gaza. Saudi maupun Indonesia memiliki sikap yang sama terhadap Gaza dan Palestina, termasuk untuk menghadirkan 2 state solution dengan Palestina negara merdeka dan ibu kotannya adalah Jerusalem,” pungkasnya. (P-4)

Read Entire Article
Global Food