Google Gemini Mulai Hadir di HP Android Murah Samsung dan Motorola

18 hours ago 7

Selular.id – Google mulai memperluas kehadiran asisten AI Gemini ke smartphone Android kelas entry-level dan menengah pada pertengahan 2026.

Sejumlah perangkat murah dari Samsung dan Motorola kini dipastikan mendukung fitur Gemini secara bawaan, menandai langkah baru Google dalam memperluas adopsi AI generatif di pasar smartphone global.

Laporan menyebutkan bahwa beberapa ponsel Android dengan harga lebih terjangkau kini mulai mendapatkan integrasi Gemini melalui pembaruan sistem maupun dukungan aplikasi bawaan Google.

Perangkat yang sebelumnya hanya menjalankan Google Assistant kini secara bertahap beralih ke Gemini sebagai asisten AI utama di Android.

Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi Google untuk memperluas ekosistem AI generatif ke segmen pengguna yang lebih luas, tidak lagi terbatas pada perangkat flagship seperti seri Google Pixel atau Samsung Galaxy premium.

Google dalam beberapa bulan terakhir juga terus memperkuat integrasi Gemini ke berbagai layanan Android, termasuk Gmail, Google Messages, hingga Google Photos.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Perubahan tersebut mulai terlihat pada beberapa perangkat Samsung Galaxy seri A dan lini Motorola Moto G yang menggunakan Android 15 atau versi terbaru dengan spesifikasi minimum tertentu.

Dukungan Gemini di ponsel murah ini umumnya hadir melalui aplikasi Gemini yang dapat menggantikan fungsi Google Assistant secara penuh.

Google sebelumnya menjelaskan bahwa Gemini dirancang sebagai platform AI multimodal yang mampu memahami teks, suara, gambar, dan konteks penggunaan perangkat secara lebih natural dibanding asisten virtual generasi sebelumnya.

Di Android, Gemini juga dapat digunakan untuk menjalankan perintah lintas aplikasi, merangkum informasi, hingga membantu pencarian berbasis konteks.

Ekspansi ke perangkat harga terjangkau dinilai penting karena pasar smartphone global saat ini masih didominasi segmen menengah dan entry-level, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, India, dan kawasan Amerika Latin.

Berdasarkan tren industri smartphone 2025–2026, vendor mulai berlomba menghadirkan fitur AI sebagai nilai tambah utama, bahkan pada perangkat dengan harga lebih kompetitif.

Samsung menjadi salah satu mitra utama Google dalam pengembangan Gemini di Android.

Sebelumnya, Samsung menghadirkan Galaxy AI pada lini flagship Galaxy S dan Galaxy Z Series.

Kini sebagian fitur berbasis AI mulai diturunkan ke perangkat kelas menengah Galaxy A, meski dengan kemampuan yang lebih terbatas dibanding perangkat premium.

Motorola juga memperluas dukungan AI di lini Moto G terbaru melalui optimalisasi Android dan integrasi layanan Google.

Strategi ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing di pasar smartphone menengah yang semakin kompetitif, terutama setelah AI menjadi fitur yang mulai dicari konsumen.

Meski demikian, tidak semua fitur Gemini tersedia penuh di perangkat murah. Beberapa fungsi AI generatif yang membutuhkan pemrosesan besar masih mengandalkan cloud computing atau hanya tersedia pada perangkat dengan chipset dan RAM tertentu.

Google disebut tetap menetapkan persyaratan minimum agar pengalaman penggunaan Gemini tetap optimal.

Di sisi lain, perluasan Gemini ke ponsel Android murah juga memperlihatkan perubahan arah industri smartphone global.

Jika sebelumnya fitur AI identik dengan perangkat flagship, kini teknologi tersebut mulai menjadi standar baru di berbagai segmen harga.

Vendor smartphone dan pengembang sistem operasi terlihat semakin fokus menjadikan AI sebagai fitur inti, bukan sekadar pelengkap.

Google hingga kini terus memperbarui kemampuan Gemini di Android melalui pembaruan berkala.

Baca Juga:CapCut dan Gemini Bersatu, Edit Gambar Hanya Tinggal Klik

Perusahaan juga memperluas dukungan bahasa, integrasi aplikasi, serta kompatibilitas perangkat untuk mempercepat adopsi AI generatif di ekosistem Android secara global.

Samsung dan Redmi Bawa Gemini ke HP Murah Indonesia

Google Gemini mulai hadir di sejumlah smartphone Android harga terjangkau yang dipasarkan di Indonesia sepanjang 2026.

Perangkat dari Samsung, Xiaomi melalui lini Redmi, hingga Motorola menjadi bagian dari gelombang awal adopsi AI generatif Google pada segmen entry-level dan kelas menengah.

Ekspansi Gemini ke perangkat murah menandai perubahan strategi Google dalam memperluas penggunaan kecerdasan buatan di ekosistem Android.

Jika sebelumnya fitur AI generatif lebih banyak tersedia di smartphone flagship seperti Google Pixel dan Samsung Galaxy S Series, kini kemampuan serupa mulai diturunkan ke perangkat dengan harga lebih kompetitif.

Samsung menjadi salah satu vendor yang paling agresif membawa dukungan Gemini ke pasar Indonesia. Beberapa perangkat Galaxy A Series terbaru telah mendukung integrasi Gemini melalui Android 15 dan pembaruan aplikasi Google terbaru.

Pengguna dapat mengakses Gemini sebagai pengganti Google Assistant untuk menjalankan perintah suara, membuat ringkasan teks, hingga membantu pencarian berbasis konteks.

Selain Samsung, Xiaomi juga mulai menghadirkan kompatibilitas Gemini pada sejumlah perangkat Redmi dan Poco terbaru yang menjalankan HyperOS berbasis Android terbaru.

Dukungan tersebut hadir melalui aplikasi Gemini yang dapat diunduh langsung melalui Google Play Store selama perangkat memenuhi syarat minimum sistem.

Di pasar Indonesia, beberapa perangkat yang sudah mendukung Gemini antara lain Samsung Galaxy A15 5G, Samsung Galaxy A25 5G, Redmi Note 13 Series, Poco X6, hingga Motorola Moto G terbaru yang telah menggunakan Android versi terkini. rtphone modern.

Read Entire Article
Global Food