Google DeepMind Hidupkan Kembali Gol Legendaris Pelé

21 hours ago 6

Selular.ID – Google DeepMind bekerja sama dengan Pelé Brand, keluarga Pelé, sejarawan, jurnalis olahraga, saksi mata, dan sejumlah legenda sepak bola untuk merekonstruksi secara visual gol legendaris Pelé yang dikenal sebagai “Gol da Rua Javari”.

Proyek yang diumumkan di Jakarta pada 17 Juli 2026 tersebut memanfaatkan teknologi AI Google untuk menghadirkan kembali momen bersejarah yang selama lebih dari enam dekade hanya hidup melalui kesaksian para penonton, dokumentasi media, dan arsip sejarah.

Rekonstruksi ini dilakukan sebagai bagian dari perayaan euforia Piala Dunia 2026 sekaligus penghormatan terhadap salah satu momen paling ikonik dalam sejarah sepak bola dunia.

Gol tersebut dicetak Pelé pada 2 Agustus 1959 di Stadion Rua Javari, São Paulo, ketika usianya baru 18 tahun.

Sang legenda Brasil kemudian menyebut gol itu sebagai gol terbaik sepanjang kariernya, meski tidak pernah terekam kamera.

Menurut dokumentasi sejarah, Pelé melewati pemain bertahan dan penjaga gawang dengan tiga kali gerakan sombrero, teknik mengangkat bola melewati lawan tanpa membiarkan bola menyentuh tanah sebelum akhirnya mencetak gol.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Karena tidak ada rekaman video, kisah tersebut selama puluhan tahun hanya diwariskan melalui cerita para saksi mata dan laporan media.

Untuk memastikan rekonstruksi memiliki tingkat akurasi yang tinggi, Google DeepMind memulai proyek tersebut dengan riset sejarah yang mendalam.

Sejarawan Brasil Anita Lucchesi bersama timnya mengumpulkan hampir 2.000 dokumen sejarah, termasuk blueprint stadion, foto arsip, album keluarga, laporan media, hingga diagram pertandingan.

Selain itu, lebih dari 3.600 gambar historis dikumpulkan untuk membantu membangun kembali kondisi visual Stadion Rua Javari pada 1959.

Tim juga mewawancarai saksi mata, jurnalis olahraga, dan anggota komunitas Mooca di São Paulo dengan memanfaatkan model stadion, foto arsip, serta ilustrasi pertandingan guna menyusun kembali detail peristiwa berdasarkan ingatan mereka.

Setelah memperoleh fondasi sejarah yang kuat, proses berlanjut ke tahap produksi visual melalui pengambilan gambar langsung di Stadion Rua Javari.

Tim menggunakan kostum dan bola kulit yang sesuai dengan era 1950-an agar setiap adegan memiliki kemiripan dengan kondisi pertandingan saat itu.

Google kemudian memanfaatkan sejumlah model AI miliknya sebagai pendamping proses kreatif.

Teknologi Gemini Omni, Veo, dan Nano Banana Pro digunakan untuk membangun kembali adegan berdasarkan referensi sejarah yang telah dikumpulkan.

Dalam proses tersebut, AI membantu memetakan kemiripan wajah serta postur Pelé pada seorang stunt player modern, merekonstruksi seragam bernomor punggung 10 yang dikenakan Pelé, menyesuaikan bentuk Stadion Rua Javari sesuai kondisi arsitektur saat itu, hingga menciptakan kembali atmosfer pertandingan lengkap dengan penonton yang hadir langsung maupun pendengar siaran radio di rumah.

Untuk menghasilkan gerakan yang realistis, Google juga menerapkan pendekatan Performance Control berbasis Veo 3.

Teknologi ini mengekstraksi gerakan tiga dimensi dari stunt player sehingga koreografi kompleks yang menggambarkan aksi Pelé dapat divisualisasikan secara lebih presisi.

Hasil tersebut kemudian dipadukan dengan workflow berbasis Gemini Omni dan Nano Banana Pro, serta diproses melalui tahapan visual effects konvensional seperti compositing bola, penyesuaian grain, dan color balancing.

Pada tahap akhir, seluruh hasil digital diproses menggunakan filmout machine agar tampilan visual menyerupai karakter film sinematik era 1950-an.

Google menegaskan bahwa tujuan proyek ini bukan untuk menggantikan sejarah ataupun pengalaman orang-orang yang menyaksikan langsung pertandingan tersebut.

Rekonstruksi dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap memori kolektif dan warisan Pelé melalui perpaduan antara arsip sejarah, kesaksian manusia, serta teknologi AI sebagai alat pendukung proses kreatif.

Hasil rekonstruksi “Gol da Rua Javari” kini dipamerkan di Museu Pelé di Santos, São Paulo, sehingga pengunjung dapat melihat kembali salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan karier legenda sepak bola Brasil tersebut.

Selain memperkenalkan proyek rekonstruksi tersebut, Google juga mengungkap tren pencarian masyarakat Indonesia selama berlangsungnya Piala Dunia 2026 melalui Google Search.

Data periode 9–16 Juli 2026 menunjukkan tingginya minat pengguna terhadap informasi pertandingan maupun cara menyaksikan turnamen tersebut.

Dalam kategori Top Trending Daily Questions, pertanyaan yang paling banyak dicari berkaitan dengan cara menonton Piala Dunia. Beberapa di antaranya adalah “Nonton bola di mana”, “Cara nonton Piala Dunia 2026 di HP”, serta “Cara nonton bola gratis”.

Pada kategori Fan Culture, pencarian paling populer meliputi “Bola tadi malam siapa yang menang”, “Di mana nonton live Piala Dunia 2026”, “Apakah Spanyol pernah juara bola dunia”, “Bola semalam siapa yang menang”, serta “Siapa yang menang bola tadi malam”.

Sementara itu, untuk kategori tim nasional, lima negara yang paling banyak dicari pengguna Google Search di Indonesia adalah Spanyol, Prancis, Argentina, Inggris, dan Norwegia.

Adapun pemain yang paling banyak dicari terdiri dari Lamine Yamal, Lionel Messi, Kylian Mbappé, Cristiano Ronaldo, dan Erling Haaland.

Data tersebut menunjukkan bahwa antusiasme terhadap Piala Dunia tidak hanya tercermin dari pertandingan di lapangan, tetapi juga melalui aktivitas pencarian informasi secara digital.

Di sisi lain, proyek rekonstruksi gol legendaris Pelé memperlihatkan bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu mendokumentasikan kembali peristiwa sejarah berdasarkan riset, arsip, dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga dapat dikenalkan kepada generasi baru tanpa menghilangkan nilai historisnya.

Baca Juga: Oppo Tunjuk Pesepakbola Spanyol Yamal, Sebagai Duta Global

Read Entire Article
Global Food