Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang mengatakan tak ada lagi jemaah umrah yang masih tertahan di Arab Saudi atau negara-negara transit imbas situasi geopolitik yang memanas di wilayah negara Teluk.
Menurut Marwan, sejumlah maskapai kini mulai kembali melakukan penerbangan setelah sempat tertahan di awal serangan AS-Israel ke Iran akhir Februari lalu.
"Enggak ada. Sekarang kan sudah mereka berani, berani terbang," ujar Marwan di kompleks parlemen, Jumat (6/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, dia memastikan kini sebagian jemaah mulai kembali terbang dari Indonesia ke Arab Saudi. Meski pemerintah telah memberikan imbauan, namun keputusan final merupakan hak jemaah dan penyelenggara.
Di samping itu, sejumlah maskapai juga mulai kembali melayani penerbangan, seperti Lion, Garuda, hingga Saudia.
"Karena sudah mereka terbangkan setiap hari, eskalasi belum bisa diprediksi seperti apa, mestinya pemerintah harus membuat langkah-langkah berikutnya," ujarnya.
Oleh karena itu, Marwan menilai kini pemerintah harus mengeluarkan maklumat baru bagi para jemaah yang memaksa untuk melaksanakan ibadah umrah.
"Nah, saya kira mudah-mudahan ya, itu makanya tadi pemerintah harus membuat maklumat baru selain maklumat yang kemarin yang menghimbau tidak berangkat, nyatanya kan berangkat. Kalau sudah berangkat langkah-langkahnya apa," ujar Marwan.
Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah mencatat sebanyak 14.796 jemaah umrah RI yang sempat tertahan di Arab Saudi kini telah kembali ke Tanah Air.
Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji Jeddah, M. Ilham Effendy mengatakan jumlah itu terakumulasi sejak eskalasi memanas di negara-negara Arab mulai 28 hingga per 5 Maret lalu.
"Secara kumulatif jumlah jemaah umrah Indonesia yang telah terpantau kembali ke Tanah Air mencapai 14.796 orang, sejak 28 Februari 2026 hingga 5 Maret 2026," ujar Ilham dalam keterangannya, Jumat (6/3).
Teranyar, Ilham mengatakan pihaknya baru saja mendampingi 2.735 jemaah yang menyusul kepulangan ke Indonesia. Menurut dia, seluruh penerbangan yang dipantau pada Kamis (5/3) dilaporkan berjalan sesuai dengan jadwal keberangkatan.
Selain para jemaah yang kembali ke Tanah Air, Kemenhaj juga mencatat jemaah yang baru melakukan keberangkatan ke Arab Saudi. Total terdapat 352 jemaah umrah Indonesia yang tiba dan terpantau oleh petugas di bandara pada hari yang sama.
Sementara, tercatat ada 158 jemaah umrah masih tertahan dalam proses kepulangan. Mereka saat ini berada di dua lokasi, yaitu di Kota Jeddah dan Kota Makkah, menunggu penjadwalan ulang penerbangan sesuai dengan pengaturan maskapai dan penyelenggara perjalanan.
Ilham pun mengimbau bagi jemaah yang masih tertahan agar terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Dia memastikan jemaah tetap mendapat pendampingan dari pemerintah.
"Kami memastikan seluruh jemaah tetap mendapatkan pendampingan serta pelayanan yang diperlukan hingga dapat kembali ke Tanah Air dengan aman," kata Ilham.
(thr/isn)

8 hours ago
5














































