Cuaca Ekstrem Surabaya: 57 Pohon Tumbang, 4 Bangunan Rusak, 1 Tewas

9 hours ago 5

Surabaya, CNN Indonesia --

Cuaca ekstrem hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Surabaya, Senin (2/3), mengakibatkan 57 pohon tumbang, kerusakan empat bangunan, hingga jatuhnya korban jiwa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mencatat, sebaran pohon tumbang akibat cuaca buruk ini meluas hingga ke 17 wilayah kecamatan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, merinci wilayah terdampak mencakup area mulai dari Tambaksari, Tegalsari hingga Benowo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pohon tumbang tersebar mulai dari wilayah Kecamatan Tambaksari, Tegalsari, Asem Rowo, Gubeng, Sawahan, Bubutan, Wonokromo, Gunung Anyar, Mulyorejo, Krembangan, Bulak, Sukolilo, Sambikerep, Genteng, Tenggilis Mejoyo, Rungkut, dan Benowo," Linda Novanti, Senin petang.

Linda menjelaskan, 57 pohon yang roboh tersebut memiliki ukuran bervariasi dengan diameter antara 40 sentimeter (cm) hingga 60 cm, yang dipicu oleh kombinasi angin kencang serta usia pohon yang sudah tua.

"Petugas telah melakukan evakuasi perantingan pohon di masing-masing lokasi. Penyebab pohon tumbang ini karena kondisi cuaca angin kencang dan hujan lebat, ditambah dengan kondisi pohon berusia tua," kata Linda.

BPBD juga melaporkan adanya empat bangunan yang mengalami kerusakan, yakni di wilayah Gunung Anyar, Bubutan, Genteng, dan Sukomanunggal.

"Bangunan rusak saat ini masih dilakukan penanganan dengan koordinasi bersama perangkat kelurahan setempat," kata Linda.

Selain itu, cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang di wilayah Surabaya juga menimbulkan korban jiwa. Seorang pekerja mengalami kecelakaan kerja maut di Gedung Apartemen Ascott, kawasan Pakuwon Mall, Senin (2/3).

Kejadian bermula pukul 14.30 WIB, saat dua orang pekerja tengah melakukan aktivitas pembersihan kaca dinding gedung apartemen. Mereka menggunakan alat bantu gondola yang menggantung pada dinding bangunan.

Namun, saat pekerjaan berlangsung, hujan tiba-tiba turun dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang menyapu area tersebut. Kondisi ini membuat alat dan tempat bertumpu para pekerja berayun tak terkendali di udara. Dua pekerja itu terombang-ambing di atas ketinggian.

Proses evakuasi segera dilakukan oleh tim internal Pakuwon Mall dengan dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya. Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M Rokhim, mengonfirmasi satu orang tewas dalam kejadian tersebut.

"Satu orang meninggal dunia," kata Rokhim saat dikonfirmasi.

Korban meninggal dunia diidentifikasi bernama Eddy Suparno (51), warga Tambak Wedi Baru. Sementara itu, rekan kerja korban yang mengalami luka-luka, Ribut Boediyanto (56), warga Tambak Wedi Baru, Surabaya, saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RS William Booth.

"Yang masih yang selamat dibawa ke RS William Booth. Yang meninggal masih di sini. Masih proses pemeriksaan inafis," ucapnya.

(frd/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Global Food