BNN Respons Temuan Kandungan Zat Psikotropika di Sampel Vape

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Narkotika Nasional (BNN) berharap ada larangan penggunaan vape usai temuan sejumlah kandungan zat psikotropika seperti cannabinoid, methamphetamine, dan etomidate berdasarkan hasil uji laboratorium.

Hal itu disampaikan Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto dalam rapat dengar pendapat di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menjadi sebuah harapan besar bagi BNN agar pelarangan vape dapat diterapkan di Indonesia, karena vape terbukti telah disalahgunakan menjadi media untuk diisi etomidate," kata Suyudi.

BNN, kata Suyudi, telah melakukan uji laboratorium terhadap 341 sampel cairan vape dan pihaknya menemukan hasil mengejutkan.

Dalam pengujian itu, dia menemukan 11 sampel vape mengandung sintetik cannabinoid, satu sampel mengandung methamphetamine atau sabu, dan 23 sampel terbukti mengandung obat bius etomidate.

Sedangkan, merujuk Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 tahun 2025, sejak 28 November 2025, etomidate telah resmi dikategorikan sebagai narkotika golongan II.

"Sebelumnya, penindakan terhadap jenis kasus ini hanya dapat menggunakan undang-undang kesehatan, yang notabenenya ancaman hukumannya lebih ringan," ujar Suyudi.

Suyudi menambahkan perkembangan zat narkotika kini bergerak cepat. Saat ini, kata dia, telah ditemukan sebanyak 1.386 zat psikoaktif baru atau New Psychoactive Substances (NPS) yang beredar di seluruh dunia. Dari jumlah itu, 175 di antaranya teridentifikasi di Indonesia.

Oleh karena itu, ia berharap pemerintah segera mengambil sikap tegas dan segera melarang penggunaan vape. Apalagi, sejumlah negara lain di Asean telah melakukannya lebih dulu.

"Kita bisa melihat bagaimana ketegasan negara-negara di kawasan ASEAN seperti negara Vietnam, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, dan Laos yang telah lebih dulu mengambil sikap untuk melarang peredaran vape di negara mereka," katanya.

(fra/thr/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Global Food