Bima Arya Ingatkan Praja IPDN Jaga Kinerja Pengabdian di Aceh Tamiang

13 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Praja Pratama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) gelombang ketiga di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, diminta menjaga konsistensi kinerja selama masa penugasan.

Konsistensi tersebut dinilai penting agar pengabdian praja dapat memberikan kontribusi nyata bagi percepatan pemulihan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto saat menjadi pembina apel penerimaan Satuan Praja Pratama (praja tingkat satu) di Aceh Tamiang, Rabu (1/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan, gelombang penugasan kali ini berpotensi menjadi penugasan terakhir, sehingga praja diharapkan mampu menutup masa pengabdian dengan baik tanpa meninggalkan catatan negatif.

Dalam arahannya, Bima juga mengingatkan kondisi Aceh Tamiang tiga bulan lalu yang berada dalam situasi sulit, dengan keterbatasan sarana dasar serta aktivitas pemerintahan yang sempat terhenti.

"Tiga bulan lalu tempat ini betul-betul lumpuh. Suasananya jauh berbeda ketika senior kalian memasuki tempat ini. Suasananya mencekam, tidak ada penerangan, tidak ada air, aktivitas lumpuh semua," ujarnya.

Menurutnya, praja yang ditugaskan sebelumnya menghadapi kondisi yang jauh dari ideal. Namun, dalam kurun waktu tiga bulan, situasi berangsur pulih berkat kerja keras praja bersama pemerintah daerah (Pemda) dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Saat ini, aktivitas pemerintahan telah kembali berjalan dan layanan publik mulai normal.

Meski demikian, Bima mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi praja tidak lantas lebih ringan, melainkan memiliki karakter yang berbeda.

"Jangan salah memahami situasi membaca lapangan, jangan pernah menganggap enteng," tegasnya.

Ia menjelaskan, jika sebelumnya praja berperan dalam pemulihan fungsi pemerintahan, maka pada tahap ini penugasan lebih menuntut keterlibatan langsung di tengah masyarakat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga nama baik institusi serta memanfaatkan masa penugasan sebagai ruang pembelajaran.

"Tolong selalu jaga nama baik dari institusi kebanggaan kita IPDN dan Kemendagri," pesannya.

Terakhir, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pengabdian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memulai dengan baik, tetapi juga oleh kemampuan menyelesaikan tugas dengan baik.

"Perlombaan sering kali ditentukan bukan bagaimana kita start, tetapi bagaimana kita bisa menutup dan mengakhiri," tandasnya.

Sebelum apel penerimaan, Bima juga meninjau langsung titik operasi di Dusun Bahagia dan Dusun Amalia yang akan menjadi lokasi penugasan praja.

Di lokasi tersebut, praja akan difokuskan pada kegiatan pembersihan lumpur di rumah warga, drainase, serta jalan desa sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan lingkungan pascabencana.

(inh)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Global Food