4 Pejabat Tersandung Korupsi dalam Sehari, Eks Kepala BGN-Wamen Imipas

10 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah pejabat negara terseret kasus korupsi dalam satu hari pada Rabu (3/6).

Tiga di antaranya merupakan mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Sementara satu lainnya adalah Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim yang menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Imigrasi Jakarta Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiga eks pimpinan BGN jadi tersangka korupsi MBG

Kejagung menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025-2026.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan ketiganya diduga memanfaatkan yayasan yang terafiliasi dengan mereka untuk menjadi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Bahwa anggaran tersebut seharusnya dikelola oleh yayasan-yayasan pada setiap sekolah. Namun pada faktanya, yayasan-yayasan yang ditunjuk sebagai mitra SPPG merupakan yayasan yang dijadikan sarana untuk kejahatan dan terafiliasi dengan pejabat atau pegawai BGN yang tidak memenuhi syarat untuk menjadi mitra SPPG," kata Syarief dalam konferensi pers, Rabu (3/6).

Program MBG diketahui memperoleh alokasi anggaran Rp85,2 triliun pada 2025 dan Rp268 triliun pada 2026 yang bersumber dari APBN.

Kejagung menduga yayasan yang terafiliasi dengan para tersangka menerima insentif hingga miliaran rupiah setiap hari.

"Yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari dan yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh Saudara DH, Saudara SS dan Saudara LP," ujar Syarief.

Selain itu, penyidik menemukan dugaan mark up pada sejumlah pengadaan barang dan jasa. Pengadaan yang disorot meliputi 21.801 unit motor listrik senilai sekitar Rp1 triliun, 32 ribu pasang sepatu, 31 ribu unit tablet, serta 5.400 unit televisi berukuran 75 inci yang disebut tidak sesuai ketentuan dan mengalami penggelembungan harga.

Atas perbuatannya, Dadan, Sony dan Lodewyk ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Salemba selama 20 hari untuk kepentingan penyidikan.

Wamen Imipas serahkan diri ke KPK

Pada hari yang sama, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menyerahkan diri ke KPK setelah menjadi salah satu pihak yang dicari dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta Barat.

Pantauan CNNIndonesia.com, Silmy tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 22.32 WIB dan langsung menuju ruang pemeriksaan.

Saat ditanya mengenai kegiatannya setelah Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat terjaring OTT, Silmy hanya menjawab singkat.

"Ya gini saja, menyelesaikan agenda," kata Silmy.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan OTT tersebut berkaitan dengan pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) di Indonesia.

"Untuk detailnya nanti, ya, karena dalam proses pengurusan KITAS ataupun KITAP, WNA ini juga bisa menggunakan perantara untuk prosesnya. Nah, ini nanti kita akan jelaskan konstruksinya dalam konferensi pers," ujar Budi.

Budi mengatakan dugaan tindak pidana yang dilakukan Silmy Karim terjadi saat menjabat sebagai Direktur Jenderal Imigrasi pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) periode 2023-2024.

Silmy dilantik sebagai Dirjen Imigrasi pada 4 Januari 2023 dan mengakhirinya pada 21 Oktober 2024- seiring pelantikannya sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

"Dirjen Imigrasi 2023-2024," ujar Budi.

Budi belum bisa menyampaikan informasi perihal Pasal yang akan digunakan terhadap para pihak yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta, Jawa Barat dan Bali pada 2-3 Juni 2026.

"Terkait dengan konstruksi sangkaan Pasalnya nanti kita tunggu karena malam ini masih akan dilakukan ekspose (gelar perkara). Apakah nanti sangkaannya Pasal 12e pemerasan, suap, atau penerimaan lainnya, nanti kita sama-sama tunggu ya. Nanti kami akan update," ucap Budi.

Dalam operasi tersebut, KPK menangkap belasan orang dan menyita sejumlah barang bukti berupa empat mobil, sembilan sepeda motor, tujuh sepeda, valuta asing dolar Singapura dan dolar AS, serta logam mulia emas.

(lau/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Global Food