Jakarta, CNN Indonesia --
Dua warga negara (WN) China melakukan aksi pencurian rumah kosong di kawasan perumahan mewah Rancamaya, Kota Bogor, Jawa Barat.
Dalam aksinya, mereka mengenakan topeng bintang sepak bola Argentina, Lionel Messi. Total harta berjumlah sekitar Rp1 miliar digasak maling asal luar negeri itu dari rumah kosong tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi beserta imigrasi kemudian menangkap mereka saat hendak pergi keluar negeri di Bandara Ngurah Rai, Bali, Sabtu (2/5). Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi, menuturkan dua pelaku lainnya yakni inisial AL dan LS masih diburu polisi sebagai bagian dari Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Untuk yang ditahan ini ada dua (pelaku), yaitu RW dan JW. Untuk (pelaku) AL dan LS, itu kita sedang koordinasikan dengan Hubinter terkait Red Notice dan hal lainnya," kata Aji dalam jumpa pers di Mapolresta Bogor, Selasa (5/5) dikutip dari detik.com.
Dalam jumpa pers itu turut hadir Kasi Intelijen dan Penindakan Kantor Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor Muhdy Assegaff dan Kasi Pemeriksaan Kantor imigrasi kelas 1 khusus TPI Ngurah Rai Muhammad Teguh Santoso.
Aji menerangkan ada tiga orang pelaku. Para pelaku saat itu terekam kamera pengawas (CCTV).
"Jadi, berdasarkan di dalam CCTV rumah, berdasarkan analisa, ada terlihat dua orang pelaku berbadan tegap dan tinggi, sedangkan satu orang lainnya berbadan pendek," jelasnya.
"Kemudian ketiga pelaku menggunakan topeng bergambar wajah pemain sepakbola Argentina, Lionel Messi," ucapnya.
Adapun empunya rumah mewah yang dibobol pada akhir Maret lalu itu sedang dalam perjalanan ke China.
Peristiwa pencurian itu terjadi pada pada 22 Maret lalu, sekitar pukul 20.45 WIB. Peristiwa diketahui pemilik rumah melalui alarm yang tersambung ke ponsel korban.
"Korban ini WNI, dia pengusaha. Jadi pada saat kejadian ini rumah dalam keadaan kosong. Yang bersangkutan (korban) posisinya ada di negara China dan mengetahui kejadian ini melalui notif (pemberitahuan) di handphone," kata Aji.
Kerugian korban
Dalam aksi pencurian itu, pelaku menggasak harta korban dengan nilai total sekitar Rp1 miliar, termasuk logam mulia jenis emas.
"Kerugian yang dialami oleh korban ini berkisar hampir lebih dari Rp1 M," kata Aji.
"Yang mana dapat saya jelaskan, (barang yang dicuri) ada 10 jam tangan merk JC, kemudian logam mulia 150 gram, 5 buah cincin emas, 6 atau lebih aksesori emas, 3 buah gelang emas, uang tunai sebesar Rp 500 juta, uang tunai pecahan Rp 2.000 dan Rp 5.000 sebanyak Rp 10 juta, 1 kunci cadangan mobil Expander, 1 STNK motor Honda Vario, 3 buah SIM, 2 SIM C atas sama korban, dan 1 liontin emas 1 gram," sambungnya.
Sehari setelah mencuri barang milik korban, para pelaku terbang ke negaranya. Namun, satu bulan setelahnya, komplotan ini kembali ke Indonesia. Sementara ini kepolisian menduga barang-barang yang dicuri pelaku dari rumah mewah di Bogor saat memakai topeng Messi itu turut dibawa ke China.
"Untuk barang-barang yang dibawa oleh mereka ini, pada saat sehari setelah kejadian, mereka langsung terbang ke negaranya. Satu bulan kemudian, barulah dua orang dari total empat orang ini, masuk ke wilayah Indonesia kembali dan tidak membawa barang-barang hasil curiannya itu. Iya barangnya masih di negaranya sana," kata Aji.
Pada kesempatan yang sama, Tegus Santoso mengatakan pelaku RW dan JW terdeteksi ketika melewati autogate di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Keduanya terbaca oleh sistem pada aplikasi subject of interest yang merupakan salah satu sistem cegah dini pelaku kejahatan di bandara.
"Berawal dari informasi tersebut, kami masukkan, kami input nama-nama yang tersebut dalam aplikasi subject of interest. Singkat cerita, pada hari Sabtu, tanggal 2 Mei 2026, warga negara China ini mencoba untuk berangkat melalui Bandara Internasional Ngurah Rai," kata Teguh.
"Mereka mencoba berangkat melalui mesin autogate. Namun, karena yang bersangkutan sudah masuk dalam aplikasi subject of interest, maka autogate menolak data mereka untuk dimasukkan," imbuhnya.
Selanjutnya, keduanya ditangkap serta dikoordinasikan ke pihak Imigrasi dan Polresta Bogor Kota.
"Hasil koordinasi tersebut, sampaikan bahwa agar ditahan warga negara China tersebut dan berkoordinasi dengan Polresta Bogor. Nah, setelah itu, rekan-rekan dari Polresta Bogor datang ke Bandara Ngurah Rai untuk mengamankan sekaligus melakukan berita acara serah-terima terhadap tersangka," imbuhnya.
Baca berita lengkapnya di sini.
(kid/ugo)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
4













































