Jakarta, CNN Indonesia --
Korban tewas bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 1.204 orang hingga Selasa (27/1).
Mengutip situs resmi BNPB, masih ada 111.800 orang yang masih mengungsi. Sementara korban hilang masih ada 140 orang.
Korban tewas terbanyak berada di Aceh Utara, yakni 246 orang. Menyusul di bawahnya Agam dengan jumlah tewas mencapai 197 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aceh Utara juga menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 33 ribu orang.
Total wilayah terdampak bencana di tiga provinsi itu mencapai 53 kabupaten/kota. Ada 247.949 rumah yang rusak akibat bencana.
Menteri Dalam Negeri Tito melaporkan baru satu kabupaten/kota di Aceh yang kembali berjalan normal pasca ditimpa bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu. Ia mengatakan wilayah itu merupakan Kab. Aceh Besar.
"Aceh ini memang perlu kita bekerja lebih keras lagi karena di Aceh ini yang normal baru satu, yaitu Kabupaten Aceh Besar," kata Tito dalam rapat koordinasi satgas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (26/1).
Tito menyampaikan saat ini delapan daerah di Aceh masih memerlukan perhatian khusus pascabencana ini. Ia melaporkan tiga daerah itu berada di daerah pegunungan di Aceh, yakni Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah.
"Itu rata-rata permasalahannya adalah jalan yang longsor atau hilang dan jembatan yang putus. Jalan nasional sudah masuk, sudah. Kalau tidak memakai jembatan sementara, dia memakai jalan alternatif dengan terobosan," ucap dia.
Tito juga menjelaskan terdapat 18 daerah terdampak di Aceh. Saat ini baru sembilan kab/kota sudah mengarah ke kondisi normal.
Bencana banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah wilayah di Pulau Sumatra pada akhir Tahun 2025 lalu. Bencana ini berdampak pada 53 kabupaten/kota di Aceh, Sumbar, dan Sumut.
(tim/dal)

16 hours ago
3
















































