Selamat Tinggal Era Smartphone Murah!

12 hours ago 7

Selular.ID – Prediksi bahwa harga smartphone dan laptop akan melonjak sekitar 5% – 20% pada 2026 kini menjadi kenyataan.

Tren kenaikan ini tak bisa dihindari oleh para pemain, sebagian besar didorong oleh lonjakan biaya komponen, khususnya chip memori (RAM dan penyimpanan) karena meningkatnya permintaan dari industri Kecerdasan Buatan (AI).

Salah satu brand yang telah mengkonfirmasi kebijakan kenaikan harga adalah Vivo.

Brand yang bernaung di bawah BBK Group itu, mengatakan akan menaikkan harga eceran yang disarankan untuk beberapa model ponsel pintar mulai 18 Maret 2026.

Kenaikan tajam biaya semikonduktor dan memori global menjadi penyebab kenaikan tersebut, kata vendor yang berbasis di Shenzhen itu dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya, Oppo – pesaingnya yang juga bagian dari BBK Group – telah menaikkan harga seri A, seri K, dan beberapa model OnePlus mulai 16 Maret dengan kenaikan 200 hingga 500 yuan (US$29 – US$72,51).

Analis industri mengatakan harga chip memori telah melonjak lebih dari 300% selama tiga bulan terakhir dan telah mendorong kenaikan biaya produksi ponsel pintar.

Analis mengatakan langkah-langkah terbaru ini menunjukkan gelombang kenaikan harga yang lebih luas di seluruh industri yang dapat berlanjut hingga paruh kedua tahun ini.

Tak dapat dipungkiri, biaya memori telah mengubah ekonomi manufaktur ponsel pintar. Dahulu, memori hanya menyumbang 10–15% dari total biaya komponen di dalam perangkat ponsel pintar. Sekarang, memori menyumbang 30–40% dari total biaya.

Belakangan, harga kontrak untuk konfigurasi memori 8GB + 256GB standar pada kuartal pertama tahun 2026 melonjak hampir 200% dari tahun ke tahun. Hal ini membuat biaya sekitar tiga kali lipat dari periode yang sama tahun lalu.

Analis yang dikutip oleh CNET mengaitkan tekanan ini dengan ekspansi pusat data AI. Permintaan tersebut memperketat pasokan, sehingga menaikkan harga chip memori dan penyimpanan yang digunakan dalam ponsel.

Kekurangan memori pada akhirnya menambah tekanan harga seiring dengan menyusutnya pasar. Pengiriman smartphone global diperkirakan akan turun menjadi 1,1 miliar unit tahun ini.

Data Counterpoint yang dikutip oleh Yicai menempatkan angka tersebut lebih dari 12% di bawah tahun lalu, terendah sejak 2013.

Beberapa merek menaikkan harga ponsel yang lebih murah. Oppo mengatakan harga untuk beberapa model Oppo dan OnePlus yang sudah dirilis, termasuk seri Oppo A dan K, akan naik mulai 16 Maret, tanpa menyebutkan berapa kenaikannya.

Baca Juga: 

Namun beberapa merek premium justru menurunkan harga untuk mengejar pangsa pasar. Tengok saja promosi Apple di China dan diskon Huawei untuk Pura 80 Pro di toko offline selama liburan Tahun Baru Imlek, setelah diskon dan subsidi pemerintah.

Sebaliknya, vendor-vendor di segmen mid to low-end seperti Xiaomi dan Transsion menghadapi risiko terbesar. Pelanggan mereka yang sensitif terhadap harga menyisakan sedikit ruang untuk meneruskan biaya yang lebih tinggi kepada konsumen.

Di Indonesia sendiri, sejumlah vendor smartphone dan laptop, seperti Oppo, Vivo, Xiaomi, Infinix, dan ASUS, telah menaikkan harga jual produk per Maret 2026 akibat krisis rantai pasok global dan peningkatan biaya komponen, terutama chip memori.

Kenaikan harga yang terjadi terbilang merata, bahkan pada segmen menengah-bawah, dengan kenaikan mencapai ratusan ribu rupiah.

Saat ini konsumen harus merogoh kocek lebih dalam meski pun spesifkasi yang ditawarkan, tidak jauh berbeda dengan generasi sebelumnya.

Apa boleh buat, era smartphone dengan harga terjangkau kini telah lewat. Pabrikan-pabrikan smartphone tak memiliki pilihan selain menyesuaikan harga baru, jika tetap ingin survive di tengah kerasnya kompetisi.

Jadi jika Anda ingin mendapatkan smartphone dengan spesifikasi lebih baik namun harga terjangkau, tak ada pilihan selain membeli ponsel bekas.

Read Entire Article
Global Food