Rencana Besar Telkom Jadi Raksasa Bisnis Fiber Optik Usai Konsolidasi BUMN

6 hours ago 5

Selular.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) akan menjadi raksasa industri fiber optik di tanah air.

Pasalnya, anak usaha Telkom yakni PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau InfraNexia bakal kelimpahan aset fiber optik yang operasikan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Danantara.

Langkah ini sejalan dengan upaya konsolidasi bisnis yang tengah dilakukan oleh anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (Persero) tersebut.

“Ya, arahannya dari Danantara bagaimana kalau kami melakukan kajian supaya aset fiber yang ada di BUMN lain bisa dikonsolidasikan,” kata Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini, Rabu (11/3/2026).

Dian juga membeberkan strategi pengembangan InfraNexia. Menurutnya, tahun ini akan fokus menjadikannya sebagai Fiber Co yakni sebagai perusahaan yang lebih efisien, mengelola aset dengan baik dan bisa menjual layanan ke luar Telkom Group lebih banyak lagi.

Setelah konsodasi ini rampung, kata Dian, InfraNexia akan melanjutkan ekspansi dengan mencari mitra kerja baik dari dalam maupun luar negeri.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Langkah ini dilakukan di samping opsi lainnya yang mungkin ditempuh yakni melepas saham di pasar modal.

Baca juga:

Lebih lanjut Dian mengatakan, semua program yang dilakukan Telkom tersebut merupakan bagian dari strategi TLKM 30 yang dirancang sebagai strategi transformasi jangka menengah hingga tahun 2030 untuk meningkatkan kinerja sekaligus daya saing Telkom sebagai enabler ekosistem digital yang berdaya saing global.

Tedapat empat pilar bisnis utama Telkom dari program tesebut, yakni pilar pertama B2C Business untuk mobile dan fixed broadband melalui Telkomsel; Kedua, B2B Infrastructure dengan melalui bisnis menara, fiber, data center hingga satelit: Ketiga, B2B internasional lewat Telin dan Pilar keempat B2B IT Services.

Sementara itu, Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia Budi Satria Dharma Purba mengungkapkan, perseroan menargetkan spin-off bisnis fiber optik Telkom ke InfraNexia bisa mendongkrak pendapatan Telkom dari segmen jasa layanan fiber optik di luar Telkom.

“Saat ini, revenue Telkom dari jasa layanan fiber optik dari eksternal sekitar 15 persen. Setelah spin-off InfraNexia, kami targetkan naik menjadi 25 persen,” kata dia.

Konsolidasi Aset Fiber BUMN

Telkom Group saat ini menguasai sekitar 60% jaringan fiber darat nasional, dengan panjang kabel optik mencapai ratusan ribu kilometer.

Hal tersebut yang membuat Telkom melahirkan InfraNexia tahun 2023 yang sebelumnya bernama Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF).

Lalu pada bulan Desember 2025, Telkom untuk melakukan spin-off atau pemisahan bisnis fiber optik ke InfraNexia dengan nilai aset awal yang signifikan.

InfraNexia ini akan bertugas mengkonsolidasikan aset fiber optik dari sejumlah BUMN.

Aset fiber optik BUMN ini di antaranya milik PLN Icon Plus, PGN, dan Jasa Marga.

Konsolidasi bertujuan untuk efisiensi infrastruktur BUMN yang tumpang tindih, sehingga profil investasi InfraNexia meningkat.

Selain itu, aksi ini disebut bakal menjadi katalis penguatan pertumbuhan dan membuka nilai (value unlocking) perseroan ke depan.

Contoh saja PLN Icon Plus yang memiliki jaringan fiber lebih dari 400 ribu kilometer secara nasional dengan kapasitas sekitar 1,2 juta home connect dan 2,7 juta home passes.

Perusahaan ini juga melayani segmen korporasi, pemerintah, serta kebutuhan internal PLN.

Read Entire Article
Global Food