Jakarta, CNN Indonesia --
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan menyebut puncak arus balik Lebaran 2026 terjadi dua kali yakni pada 24 Maret dan 28-29 Maret.
"Puncak arus sesuai dengan prediksi arus balik ini pada tanggal 24 Maret 2026 dan 28-29 Maret 2026," kata Aan di Polda Metro Jaya, Jumat (20/3).
Aan pun mengimbau kepada para pemudik untuk tidak melakukan perjalanan di tanggal tersebut. Ia meminta masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) agar terhindar dari kemacetan saat arus balik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah sudah memberikan work from anywhere, WFA, pada tanggal 25, 26, 27 sehingga untuk seluruh masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan balik ini dihimbau untuk melaksanakan balik pada tanggal-tanggal tersebut," ucap Aan.
"Sehingga tidak pada arus puncak pada tanggal 24, 28 dan 29. Ini semata-mata untuk mengurangi volume arus kendaraan yang ada di jalan," sambungnya.
Di sisi lain, Aan menyampaikan kebijakan pembatasan kendaraan sumbu tiga masih berlaku selama arus balik Lebaran. Aan pun meminta kepada seluruh operator angkutan logistik untuk mematuhi kebijakan tersebut.
Sebagai informasi, ketentuan pembatasan kendaraan sumbu tiga itu tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Tahun 2026 Nomor KP-DRJD 854 Tahun 2026; HK.201/1/21/DJPL/2026: Kep/43/ll/2026: 20/KPTS/Db/2026 tentang Pembatasan Operasional Angkutan Barang. Aturan itu berlaku selama 17 hari saat arus mudik dan balik Lebaran 2026, yakni mulai Jumat (13/3) hingga Minggu (29/3).
"Dari Kementerian Perhubungan sudah ada 170 lebih surat peringatan kepada operator yang masih melaksanakan operasi kendaraannya pada saat pembatasan," ucap Aan.
(dis/dis/rhr)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
3














































