Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi telah memeriksa tujuh orang saksi untuk mengungkap kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung mengatakan ketujuh saksi itu diperiksa di tahap penyidian.
Diketahui, perkara tersebut telah naik ke tahap penyidikan karena ditemukan dugaan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 467 ayat 2 dan atau Pasal 468 ayat 1 KUHP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan dalam bentuk BAP terhadap tujuh orang saksi," kata Reynold dalam konferensi pers, Senin (16/3).
Ketujuh saksi itu yakni Ipda Dede Saepudin (pelapor/perwira siaga Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat), Brigadir Ridho Feris (tim identifikasi Polres Metro Jakarta Pusat), Aipda Faisal (yang menemukan helm korban).
Kemudian, Sutemu (pemilik CCTV di warung yang berada di TKP), Ari (warga yang menolong korban), Dayat (warga yany membantu korban melakukan pengejaran) dan Nurhadi alias Yadi (saksi yang kenal dengan korban).
Dalam kesempatan sama, Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyebut telah menyita rekaman dari 86 CCTV terkait aksi penyiraman air keras tersebut.
Puluhan CCTV itu terdiri dari tujuh kamera ETLE, 27 CCTV Diskominfotik, delapan CCTV Dinas Perhubungan serta 44 CCTV dari rumah warga/perkantoran/bangunan.
"Dari 86 titik kamera pengawas yang kami analisa, ada 2.610 gambar dalam bentuk video, dengan durasi 10.320 menit. Sehingga kami membutuhkan waktu cukup beberapa hari ini dalam menganalisa digital terhadap video rekaman CCTV yang ada di sepanjang jalur yang dilintasi oleh pelaku," tutur dia.
Sebelumnya, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam.
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut insiden itu terjadi usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB.
"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3).
Pasca peristiwa tersebut, Andrie segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen.
Dimas turut mengungkap ciri-ciri dari terduga pelaku yang pertama mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.
Sementara, pelaku kedua yakni penumpang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai 'buf' berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.
(fra/dis/fra)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
2










































