Makassar, CNN Indonesia --
Warga Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, kembali menemukan paket yang mengapung di laut yang berisikan narkotika jenis kokain seberat 1 kilogram. Total kokain yang ditemukan warga setempat mengapung di perairan laut itu berjumlah 28 kilogram
"Warga melihat satu bungkusan plastik berisi bubuk putih yang sebagian plastiknya terbuka. Karena mencurigakan, bungkusan tersebut kemudian dibawa pulang dan dilaporkan kepada anggota Polres Kepulauan Selayar," kata Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan, Minggu (15/3).
Setelah menemukan paket berisikan kokain tersebut, kata Didid warga kemudian melaporkan ke Satresnarkoba Polres Selayar untuk segera diamankan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari hasil pengecekan sementara menggunakan alat rapid test narkotika, diketahui bahwa sampel dari barang tersebut mengandung zat COC (Cocaine)," ungkapnya.
Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Kepulauan Selayar AKP Suhardiman mengatakan bahwa barang bukti berupa satu bungkusan plastik bening berbentuk persegi panjang dengan berat bruto sekitar 953,8 gram sementara dalam penyelidikan.
"Kami telah mengamankan barang bukti tersebut dan melakukan pemeriksaan awal serta meminta keterangan dari warga yang menemukan paket tersebut. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur," katanya.
Sebelumnya, Nelayan di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, menemukan tumpukan sebuah paket diduga berisikan narkotika jenis kokain yang berasal di Kolombia sebanyak 25 kilogram mengapung di lautan.
"Iya benar, hasil uji labfor temuan yang sama benar menggunakan alat tes kami juga positif kokain," kata Kasubsi Humas Polres Selayar, Aipda Suardi Andre kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (14/3).
Andre menerangkan bahwa penemuan kokain tersebut terjadi sejak 28 Februari hingga 9 Maret kemarin.
"Penemuannya berlangsung selama hampir 2 pekan, pertama tanggal 28 Februari, kemudian tanggal 9 Maret dan terakhir tadi malam penyerahan dari Dandim ke Kapolres," ungkapnya.
Andre menjelaskan bahwa masyarakat setempat tiga kali menemukan paket yang berbeda, kemudian diserahkan ke pihak petugas untuk diselidiki di dua lokasi yakni, Kecamatan Bontosikuyu dan Bontomanai.
"Totalnya 3 kali penemuan, penemuan pertama 1 paket, temuan kedua 4 paket dan temuan ketiga diserahkan nelayan kepada Babinsa sebanyak 20 paket, sebagian paket sudah rusak," jelasnya.
(mir/kid)
Add
as a preferred source on Google

12 hours ago
4










































