Harga Hp Vivo dan iQoo Sudah Mengalami Penyesuaian Sejak 18 Maret

4 hours ago 2

Selular.ID – Vivo dan sub-brand-nya iQOO resmi menaikkan harga jual eceran beberapa model smartphone mereka efektif 18 Maret 2026 pukul 10.00 waktu setempat, mengikuti tren kenaikan harga komponen elektronik global seperti semikonduktor dan penyimpanan (storage).

Keputusan ini disampaikan oleh Vivo melalui kanal komunikasi resminya di platform Weibo, menyatakan bahwa merek memilih mengadaptasi harga ritel untuk sebagian lini produk daripada terus menanggung biaya produksi yang meningkat.

Kebijakan penyesuaian harga ini mencakup perangkat mid-range dan model populer dari kedua portofolio, yang menurut dokumen internal akan lebih mahal jika dibeli setelah tanggal efektif tersebut.

Vivo menegaskan bahwa kenaikan ini adalah respons terhadap lonjakan biaya komponen inti, termasuk chip memori dan semikonduktor, yang menjadi bagian penting dari setiap smartphone modern.

Latar belakang kenaikan harga ini berkaitan erat dengan dinamika pasokan semikonduktor global, di mana permintaan tetap tinggi.

Sementara pasokan relatif ketat, sehingga membuat harga komponen utama seperti chip DRAM dan NAND flash meningkat secara signifikan sepanjang tahun terakhir.

Tekanan biaya ini tidak hanya memengaruhi Vivo dan iQoo, tetapi juga telah mendorong langkah serupa dari sejumlah produsen lain di pasar ponsel.

Termasuk Oppo yang sudah lebih dulu melakukan penyesuaian harga pada pertengahan Maret.

Menurut laporan pasar di India yang mengamati tren harga tersebut, sejumlah model dari seri T (Vivo) dan seri Z (iQoo) diperkirakan akan mengalami kenaikan harga bervariasi tergantung pada konfigurasi memori dan penyimpanan masing-masing perangkat.

Misalnya, perangkat seperti Vivo T4 dan iQoo Z10 akan lebih mahal sekitar nominal tertentu dibandingkan harga sebelumnya.

Sementara model dengan kapasitas memori lebih besar seperti Vivo T4x dan iQoo Z10x mungkin akan menerima kenaikan yang sedikit lebih tinggi, mencerminkan proporsi biaya komponen yang lebih besar pada varian tersebut.

Meski kedua perusahaan belum merilis daftar harga resmi untuk pasar Indonesia, tren kenaikan harga di pasar India memberikan gambaran awal terkait dampak terhadap segmen harga ponsel mid-range.

Di India, perubahan harga diperkirakan akan mempengaruhi nilai jual sejumlah model populer di kisaran segmen harga yang sub-mid-range, dengan kenaikan yang berkisar antara nominal tertentu untuk masing-masing varian memori.

Analis industri menyatakan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari pola yang lebih luas di seluruh industri perangkat mobile.

Beberapa merek besar telah menerapkan atau sedang mempertimbangkan penyesuaian harga untuk perangkat mereka akibat biaya komponen yang tidak lagi dapat diserap sepenuhnya oleh margin produsen.

Tren serupa telah terlihat sebelumnya pada perangkat dari merek lain seperti OnePlus dan merek lain di segmen kelas menengah.

Respons komunitas pengguna terhadap berita kenaikan harga ini beragam, dengan beberapa konsumen memperhatikan bahwa harga model tertentu akan lebih tinggi jika pembelian dilakukan setelah tanggal penyesuaian.

Hal ini memicu saran dari pengamat pasar bahwa konsumen yang berniat membeli model-model Vivo dan iQoo tertentu mungkin memilih melakukan pembelian sebelum 18 Maret untuk memastikan harga lama masih berlaku.

Namun, keputusan penetapan harga pada akhirnya bergantung pada strategi masing-masing pasar termasuk kebijakan distribusi di luar India.

Kebijakan penyesuaian harga yang dilakukan vivo dan iQOO mencerminkan tekanan biaya yang lebih luas di seluruh rantai pasok teknologi.

Terutama komponen semikonduktor yang menjadi dasar bagi ponsel pintar modern, termasuk perangkat mid-range hingga flagship.

Baca Juga:Vivo X500 Series Diprediksi Jadi Flagship Pertama dengan Chipset MediaTek Dimensity 9600

Hal ini menunjukkan bahwa faktor eksternal seperti biaya produksi global dapat berdampak langsung pada harga akhir konsumen di pasar lokal maupun internasional.

Read Entire Article
Global Food