Daftar Negara dengan Internet Tercepat di Dunia, Begini Nasib Indonesia

13 hours ago 9

Selular.ID – Negara-negara di sejumlah bagian semakin melaju kencang dengan mempercepat koneksi internet mereka, lalu bagaimana dengan Indonesia?

Negara dengan internet tercepat di dunia tahun 2026 kini didominasi kawasan Timur Tengah dan Eropa.

Kecepatan koneksi yang ngebut ini menjadi bukti seriusnya investasi infrastruktur digital dengan dukungan regulasi pemerintah di berbagai belahan dunia.

Selular telah merangkum sejumlah negara dengan kecepatan internet tercepat di dunia, termasuk Indonesia, berdasarkan data resmi terbaru dari Speedtest Global Index.

Daftar Negara dengan Internet Mobile Tercepat di Dunia

Berdasarkan laporan Speedtest Global Index dari Ookla, Uni Emirat Arab masih kokoh di puncak kategori internet mobile dengan kecepatan unduh yang tembus 600 Mbps lebih.

Posisi ini sudah bertahan cukup lama berkat dominasi penuh teknologi 5G.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Qatar menyusul di urutan kedua dengan kecepatan yang juga sangat impresif.

Baca juga:

Brasil, Korea Selatan, Arab Saudi, hingga Amerika Serikat turut melengkapi jajaran negara dengan koneksi seluler tercepat dunia.

Wajar saja jika warga di negara-negara tersebut jarang mengeluh soal koneksi lambat.

Gaming online, video call HD, hingga unggah konten ke media sosial bisa dilakukan tanpa hambatan berarti.

Daftar Negara dengan Fixed Broadband Tercepat di Dunia

Kemudian untuk kategori internet rumahan atau fixed broadband, Singapura tampil sebagai juara dunia dengan kecepatan unduh di atas 400 Mbps.

Negara kota ini memang sudah lama dikenal sangat agresif menggelar jaringan fiber optic ke seluruh penjuru wilayahnya.

Lalu Uni Emirat Arab kembali masuk daftar teratas, kali ini berdampingan dengan Prancis yang mencatatkan kecepatan broadband di atas 350 Mbps.

Amerika Serikat, Swiss, Jepang, dan Korea Selatan juga konsisten berada di jajaran elite dunia.

Pola yang muncul pun cukup jelas. Negara-negara ini rata-rata memiliki populasi padat di area urban dan dana besar untuk membangun jaringan kabel optik hingga ke rumah warga.

Tidak heran jika negara-negara tersebut juga unggul dalam ekosistem digital lainnya, mulai dari fintech hingga layanan publik berbasis daring.

Kecepatan internet memang erat kaitannya dengan kemajuan ekonomi digital secara keseluruhan.

Posisi Indonesia di Tengah Persaingan

Sayangnya, performa Indonesia masih jauh dari kata memuaskan.

Berdasarkan Speedtest Global Index periode Mei 2026, kecepatan internet mobile Indonesia hanya berada di angka 62,54 Mbps dan menempati peringkat 74 dari 101 negara.

Kondisinya tidak lebih baik di sektor fixed broadband.

Kecepatan rata-rata Indonesia tercatat 47,10 Mbps dan berada di urutan ke-117 dari 149 negara, ironisnya negara kita tertinggal dari Kamboja dan Laos.

Di kawasan Asia Tenggara saja, Indonesia hanya unggul dari Myanmar untuk kategori fixed broadband.

Sementara Singapura, Vietnam, dan Thailand sudah jauh melesat dengan kecepatan ratusan Mbps.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) klaim memiliki strategi jangka panjang bertajuk “Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga”.

Melalui strategi ini, diharapkan infrastruktur digital di Tanah Air akan semakin berkembang pesat.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria menuturkan, strategi tersebut memiliki fokus utama pada penguatan konektivitas sebagai fondasi transformasi digital nasional.

Lantas, agar konektivitas semakin terhubung, Komdigi juga menyiapkan lelang untuk spektrum 700MHz dan 2,6GHz.

“700MHz ini untuk memperluas cakupan dan lain-lain kita karena spektrumnya cukup luas, lalu juga yang 2,6GHz itu kita lelang dan berangkat memperkuat layanan broadband yang kita punya untuk memberikan kecepatan yang lebih baik untuk para pengguna yang memakai spektrum 2,6GHz ini,” ujar Nezar, Senin (22/6/2026).

Internet Indonesia Masih Tergolong Lambat

Wilayah geografis Indonesia yang luas dan berupa kepulauan menjadi salah satu kendala utama pemerataan infrastruktur.

Pemasangan kabel serat optik ke pelosok membutuhkan biaya besar dan menghadapi tantangan medan seperti hutan serta pegunungan.

Persoalan lain ada di sisi last mile, yaitu sambungan akhir dari jaringan utama ke rumah pengguna.

Penyebaran FTTH atau fiber to the home masih belum merata, sehingga banyak daerah belum bisa menikmati koneksi sekencang yang dijanjikan.

Harga bandwidth internasional yang tinggi juga turut berperan. Sebagian besar konten dan layanan cloud masih di-hosting di luar negeri, membuat data harus menempuh jarak jauh lewat kabel bawah laut sebelum sampai ke perangkat Anda.

Di sisi lain, Menkomdigi menargetkan kecepatan mobile broadband mencapai 80 Mbps pada 2026, naik dari capaian 63,51 Mbps di tahun sebelumnya.

Target jangka panjang pemerintah sendiri menyasar angka 100 Mbps, sebuah pekerjaan rumah yang masih panjang.

Persaingan negara dengan internet tercepat di dunia tahun 2026 menunjukkan betapa pentingnya investasi infrastruktur digital bagi sebuah bangsa.

Nezar menegaskan, kecepatan internet nasional harus terus ditingkatkan secara merata.

Komdigi memastikan telah menyusun kebijakan terkait syarat yang harus dipenuhi operator telekomunikasi dalam lelang spektrum.

Salah satunya adalah operator telekomunikasi harus mau membangun jaringan internet berkualitas di kawasan 3T dan Indonesia Timur.

“Jadi dikombinasikan kalau menang di Jawa pasti harus membangun di Papua, menang di misalnya daerah yang lain itu harus membangun di Sumatera misalnya gitu,” ujarnya.

“Jadi sudah dibagi demikian sehingga ada kewajibannya dan juga ada tanggung jawab, ini bagian dari share responsibility dalam mempercepat akses dan memperbaiki kualitas layanan untuk seluruh masyarakat Indonesia,” tandasnya.

Read Entire Article
Global Food