Selular.ID – Teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sudah menjadi sesuatu yang sangat melekat di kehidupan sehari-hari.
Meski baru dirilis beberapa tahun belakangan, kemampuannya sudah meroket signifikan.
Tingginya minat dan kebutuhan pengguna akan fitur ini membuat berbagai macam perusahaan teknologi berlomba-lomba menawarkan fitur AI ke dalam platformnya.
Merujuk pada laporan A16z, perusahaan software yang berfokus pada teknologi AI dan blockchain, ada berbagai macam aplikasi berbasis mobile ataupun PC yang kini mulai merambah ke fitur berbasis AI.
Misalnya Capcut yang kini dapat menghapus latar belakang video, efek, teks otomatis berbasis AI untuk mempermudah proses edit video.
Ada pula Notion yang kini menawarkan paket langganan berbasis AI untuk memudahkan pengorganisasian tugas di platform.
Contoh lainnya, Canva, PicsArt, Freepik, hingga Gramarly yang menawarkan fitur AI serupa untuk meningkatkan produktivitas pengguna dalam membuat desain, ilustrasi, hingga pengecekan struktur kalimat yang lebih interaktif.
Berikut adalah daftar 50 tools/aplikasi paling laris yang banyak digunakan pengguna secara global.
Daftar aplikasi ini terdiri dari dua kategori sama banyak, yakni aplikasi yang berbasis web dan mobile (Android/iOS).
Baca juga:
- 11 Aplikasi yang Populer di Indonesia Ini Ternyata Buatan Israel
- Rekomendasi Aplikasi Edit Foto untuk Kreator Mobile
Daftar 50 aplikasi AI paling laris di website
- ChatGPT
- Gemini
- Canva
- DeepSeek
- Grok AI
- Claude
- Character.ai
- Perpelxity
- Notion
- Google AI Studio
- Freepik
- Doubao
- JanitorAI
- Quark
- Suno
- Removebg
- Capcut
- Grammarly
- SpicyChat.ai
- QuillBot
- Lovable
- PolyBuzz
- Ourdream.ai
- Kimi
- Google Labs
- Qwen
- TurboScribe
- GAMMA
- ElevenLabs
- NotebookLM
- Arena
- Seaart.ai
- Hugging Face
- Crushon AI
- Meta AI
- Candy.ai
- Photoroom
- Pixelcut
- Adot
- Higgsfield
- Cursor
- CivitAi
- Midjourney
- Manus
- KlingAI
- VEED
- Genspark
- GigaChat
- Poe
- Cutout.pro
Daftar 50 aplikasi AI paling laris di mobile
- ChatGPT
- CapCut
- Gemini
- Canva
- AI Gallery
- Picsart
- Doubao
- Microsoft Edge
- Meituan
- Yandex
- Remini
- DeepSeek
- Cici
- Perplexity
- Adobe Lightroom
- Baidu AI Search
- Grok
- VN
- Edits (Instagram)
- MetaAI
- Meitu
- Copilot
- Hypic
- Seekee
- Notion
- Photomath
- Gauth
- Learna AI
- Wink
- Facemoji
- Character.ai
- Microsoft Bing
- FaceApp
- NOVA
- YouCut
- Polish
- B612
- Photoroom
- PixVerse
- HiTranslate
- BeautyCam
- Papago
- Brainly
- PolyBuzz
- AI Mirror
- MIVI
- Snow
- VivaCut
- Beauty Plus
ChatGPT Mendominasi
ChatGPT, Gemini, CupCat, dan Canva mendominasi dua kategori daftar tools AI paling laris, baik di web maupun di mobile.
Bahkan, ChatGPT menjadi chatbot AI yang paling banyak digunakan di kedua kategori, mengungguli kompetitor lainnya, seperti Gemini, DeepSeek, Claude, Grok, dan Perplexity.
Berdasarkan laporan laporan A16z, penggunaan ChatGPT 2,7 kali lebih besar dibanding Gemini di urutan kedua, diukur dari trafik bulanan di web.
Sementara untuk mobile, penggunaan ChatGPT 2,5 kali lebih besar dibanding Gemini, diukur dari jumlah pengguna aktif bulanan.
ChatGPT mencatat pertumbuhan pengguna aktif mingguan sebanyak 500 juta orang dalam setahun terakhir, sehingga totalnya mencapai 900 juta pengguna saat ini.
Saat ini, lebih dari 10 persen populasi dunia menggunakan ChatGPT setiap minggu. Kendati demikian, dominasi ChatGPT mulai mendapat tantangan.
Gemini dan Claude dari Anthropic disebut mengalami percepatan pertumbuhan pelanggan berbayar, terutama di Amerika Serikat setahun terakhir.
Hingga Januari 2026, Claude mencatat pertumbuhan pelanggan berbayar lebih dari 200 persen secara tahunan (YoY), sementara Gemini tumbuh 258 persen.
















































