Cara Matikan Saran Pertanyaan Lanjutan di ChatGPT

7 hours ago 3

Selular.ID – Sejumlah pengguna ChatGPT melaporkan pengalaman percakapan yang terasa “dipancing” untuk terus berlanjut karena sistem sering menambahkan saran pertanyaan lanjutan di akhir jawaban.

Sebuah artikel di TechRadar pada Maret 2026 mengungkap bahwa perilaku tersebut dapat dikurangi dengan perubahan sederhana pada pengaturan personalisasi di aplikasi.

Fenomena ini disebut muncul lebih sering sejak hadirnya model generasi baru seperti GPT-5.3 Instant dan GPT-5.4 Thinking yang digunakan dalam ChatGPT.

Model tersebut kerap menutup respons dengan kalimat seperti “Jika Anda mau, saya juga bisa menjelaskan…”, yang secara tidak langsung mendorong pengguna untuk terus melanjutkan percakapan.

Dalam laporan TechRadar, penulis menggambarkan pengalaman saat menanyakan prosedur operasi penggantian katup jantung.

Setelah memberikan penjelasan yang lengkap, ChatGPT menambahkan sejumlah topik lanjutan yang bisa dijelajahi, termasuk contoh kasus tokoh terkenal.

Saran tersebut akhirnya membawa percakapan bergeser jauh dari pertanyaan awal, sehingga pengguna menghabiskan waktu lebih lama menelusuri topik tambahan.

Praktik menambahkan pertanyaan lanjutan di akhir jawaban bukan hal baru dalam desain antarmuka chatbot.

Banyak penyedia layanan kecerdasan buatan menerapkannya untuk menjaga interaksi tetap aktif, sekaligus membantu pengguna menemukan informasi tambahan yang relevan.

Namun, bagi sebagian pengguna, pola tersebut dianggap mengganggu karena membuat percakapan terasa terlalu diarahkan oleh sistem.

Dalam konteks ChatGPT, OpenAI sebenarnya menyediakan opsi bagi pengguna untuk menyesuaikan perilaku asisten AI melalui menu pengaturan.

Di aplikasi mobile, pengguna dapat mematikan fitur “Follow-up suggestions” melalui menu Settings sehingga sistem tidak lagi otomatis menampilkan rekomendasi pertanyaan lanjutan setelah jawaban diberikan.

Sementara itu, pada versi web yang belum menyediakan tombol pengaturan khusus, pendekatan yang dapat digunakan adalah memanfaatkan fitur “Custom Instructions”. Melalui menu Settings lalu Personalization, pengguna dapat menambahkan instruksi khusus yang mengatur gaya respons ChatGPT.

Contoh instruksi yang digunakan dalam laporan TechRadar antara lain meminta sistem untuk mengakhiri jawaban secara langsung tanpa menawarkan topik tambahan, kecuali jika pengguna secara eksplisit memintanya.

Setelah instruksi tersebut diterapkan, frekuensi saran lanjutan dilaporkan menurun sehingga percakapan terasa lebih singkat dan fokus pada pertanyaan inti.

Fitur personalisasi seperti Custom Instructions merupakan bagian dari pendekatan OpenAI untuk memberi pengguna kendali lebih besar terhadap perilaku asisten AI.

Dalam beberapa pembaruan terakhir, perusahaan juga memperluas opsi pengaturan seperti kontrol memori percakapan, tingkat “thinking time” pada model penalaran, serta integrasi dengan berbagai aplikasi produktivitas.

Perubahan perilaku respons chatbot juga menjadi perhatian di industri AI secara lebih luas. Beberapa pengamat menilai desain percakapan yang terlalu agresif dalam mendorong interaksi dapat memengaruhi pengalaman pengguna, terutama ketika tujuan pengguna hanya mencari jawaban singkat.

Di sisi lain, rekomendasi lanjutan juga dapat membantu memperluas konteks informasi bagi pengguna yang membutuhkan eksplorasi topik lebih dalam.

Bagi pengguna ChatGPT, kemampuan menyesuaikan instruksi dan pengaturan personalisasi menjadi salah satu cara untuk mengontrol gaya interaksi dengan asisten AI.

Baca Juga:Sahabat-AI, Kecerdasan Buatan Asal Indonesia Pesaing ChatGPT hingga DeepSeek

Pendekatan ini memungkinkan percakapan disesuaikan dengan kebutuhan, baik untuk eksplorasi topik yang lebih luas maupun untuk mendapatkan jawaban ringkas tanpa distraksi tambahan.

Read Entire Article
Global Food