Selular.ID – Bank Tabungan Negara menilai ajang Jakarta International Marathon 2026 (Jakim 2026) berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan integrasi layanan digital dalam penyelenggaraan acara yang berlangsung pada April 2026.
Dalam keterangan resmi yang dirilis 14 April 2026, BTN menyebut penyelenggaraan Jakim 2026 tidak hanya berdampak pada sektor olahraga dan pariwisata, tetapi juga membuka peluang peningkatan transaksi ekonomi, khususnya pada sektor ritel, perhotelan, transportasi, dan layanan digital.
Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem keuangan berbasis teknologi di ibu kota.
Perwakilan manajemen Bank Tabungan Negara menyampaikan bahwa keterlibatan BTN dalam Jakim 2026 merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas adopsi layanan digital perbankan.
Ajang berskala internasional ini dinilai mampu menarik partisipasi masyarakat luas, termasuk pelari dari berbagai daerah dan negara, yang secara langsung meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.
Jakim 2026 menjadi contoh bagaimana sebuah event olahraga dapat terintegrasi dengan transformasi digital, terutama dalam hal sistem pembayaran, registrasi peserta, hingga layanan pendukung lainnya.
BTN memanfaatkan momentum ini untuk mendorong penggunaan kanal digital, termasuk mobile banking dan pembayaran non-tunai di berbagai titik layanan selama acara berlangsung.
Kehadiran teknologi dalam penyelenggaraan acara berskala besar juga memperlihatkan pergeseran pola konsumsi masyarakat menuju layanan yang lebih praktis dan efisien.
Sistem registrasi online, penggunaan QR code untuk transaksi, serta integrasi dengan aplikasi digital menjadi bagian dari pengalaman peserta yang semakin terhubung.
Dari sisi ekonomi, peningkatan jumlah peserta dan pengunjung selama Jakim 2026 diperkirakan akan berdampak langsung pada perputaran uang di Jakarta.
Aktivitas seperti pemesanan hotel, konsumsi di restoran, penggunaan transportasi, hingga pembelian merchandise menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi jangka pendek selama periode acara.
Selain itu, keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam ekosistem acara turut menjadi perhatian.
BTN melihat peluang untuk mendorong inklusi keuangan melalui digitalisasi UMKM, sehingga pelaku usaha dapat memanfaatkan platform pembayaran digital untuk menjangkau lebih banyak konsumen.
Dalam konteks industri keuangan, ajang seperti Jakim 2026 juga menjadi sarana untuk memperluas literasi keuangan digital.
Pengguna yang sebelumnya terbiasa dengan transaksi tunai didorong untuk beralih ke metode pembayaran elektronik, yang dinilai lebih efisien dan transparan.
Langkah ini sejalan dengan agenda transformasi digital yang tengah dijalankan oleh sektor perbankan nasional, termasuk Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia dalam mendorong adopsi sistem pembayaran digital secara luas.
BTN juga menekankan bahwa pemanfaatan teknologi dalam event seperti Jakim 2026 dapat menjadi model bagi penyelenggaraan acara lain di masa depan.
Integrasi antara aktivitas fisik dan layanan digital dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi peserta.
Selain dampak jangka pendek, penyelenggaraan Jakim 2026 juga berpotensi memberikan efek berkelanjutan terhadap citra Jakarta sebagai kota yang adaptif terhadap teknologi dan inovasi.
Hal ini penting dalam menarik investasi serta memperkuat posisi kota dalam ekosistem ekonomi digital regional.
Dalam jangka panjang, BTN melihat sinergi antara sektor olahraga, teknologi, dan layanan keuangan sebagai peluang untuk menciptakan nilai tambah baru bagi perekonomian.
Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan transaksi, tetapi juga pada pengembangan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa peran teknologi semakin penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, termasuk melalui penyelenggaraan event berskala besar.
BTN menilai bahwa integrasi layanan digital dalam Jakim 2026 menjadi salah satu langkah konkret dalam mempercepat transformasi ekonomi berbasis teknologi di Jakarta.
Baca Juga: BTN Modernisasi Operasional Dorong Ekspansi Layanan Digital


















































