Selular.ID – Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat peningkatan signifikan pada jumlah nasabah tabungan haji menjelang musim haji 2026, seiring optimalisasi layanan digital dan perluasan akses perbankan bagi calon jemaah.
Hingga Februari 2026, tabungan haji BSI tumbuh 10,98% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp15,47 triliun dengan lebih dari 7 juta rekening, mencerminkan tingginya minat masyarakat dalam mempersiapkan biaya ibadah haji secara terencana.
Momentum ini terjadi ketika BSI memperkuat kesiapan layanan menjelang keberangkatan jemaah haji Indonesia.
Perseroan mengoptimalkan pelunasan biaya perjalanan haji melalui jaringan e-channel, termasuk 126 ribu BSI Agen serta seluruh kantor cabang.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan akses layanan tetap mudah dijangkau oleh calon jemaah di berbagai wilayah.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna menyampaikan bahwa persiapan haji tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga kesiapan finansial yang matang.
Ia menegaskan bahwa BSI terus mengembangkan infrastruktur digital sebagai bagian dari strategi akselerasi bisnis, termasuk mendorong pertumbuhan tabungan haji melalui platform digital BYOND by BSI yang mempermudah pembukaan rekening secara daring.
Selain optimalisasi layanan pelunasan, BSI juga menghadirkan berbagai fasilitas pendukung selama ibadah haji berlangsung.
Salah satunya adalah Kartu Debit Visa Umrah yang dapat digunakan oleh jemaah untuk bertransaksi di Tanah Suci.
Di sisi lain, layanan BSI Call 14040 disiapkan sebagai pusat bantuan perbankan yang dapat diakses secara real-time oleh nasabah selama menjalankan ibadah.
Dominasi BSI dalam ekosistem haji nasional juga terlihat dari komposisi nasabah. Sekitar 83% calon jemaah haji reguler Indonesia saat ini tercatat sebagai nasabah tabungan haji BSI.
Angka ini menempatkan BSI sebagai pemimpin pasar dalam segmen tabungan haji, sekaligus memperkuat peran perseroan dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji nasional.
Kinerja positif tabungan haji turut berkontribusi pada penguatan dana pihak ketiga (DPK) BSI yang mencapai Rp366 triliun atau tumbuh 14,76% YoY.
Peningkatan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap layanan perbankan syariah, khususnya dalam pengelolaan dana berbasis prinsip syariah.
Dalam konteks industri, peningkatan literasi keuangan syariah menjadi faktor penting yang mendorong pertumbuhan tabungan haji.
Masyarakat kini semakin memahami pentingnya perencanaan finansial jangka panjang untuk ibadah haji, yang memiliki masa tunggu cukup panjang di Indonesia.
BSI memanfaatkan tren ini dengan memperluas edukasi serta sosialisasi terkait pelunasan biaya haji dan manasik, termasuk melalui kolaborasi dengan Kementerian terkait.
Transformasi digital juga menjadi salah satu pilar utama dalam strategi BSI. Kehadiran layanan digital seperti BYOND by BSI memungkinkan nasabah membuka tabungan haji tanpa harus datang ke kantor cabang.
Hal ini mempercepat inklusi keuangan sekaligus menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas, termasuk generasi muda yang mulai merencanakan ibadah haji sejak dini.
Selain itu, jaringan BSI Agen yang tersebar luas menjadi penghubung penting bagi masyarakat di daerah yang belum terjangkau layanan perbankan konvensional.
Agen ini memungkinkan transaksi dasar seperti pembukaan rekening hingga pembayaran biaya haji dilakukan secara lebih dekat dengan komunitas.
Dengan kombinasi antara layanan digital, jaringan distribusi yang luas, dan produk yang relevan, BSI memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi terpadu (one-stop solution) dalam ekosistem haji dan umrah.
Strategi ini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan bagi jemaah sejak tahap persiapan hingga kepulangan.
Ke depan, BSI menyatakan akan terus meningkatkan kapasitas layanan dan inovasi digital untuk mengakomodasi pertumbuhan jumlah nasabah tabungan haji.
Langkah ini sejalan dengan kebutuhan layanan yang semakin kompleks serta ekspektasi masyarakat terhadap kemudahan akses dan kecepatan layanan perbankan berbasis teknologi.
Baca Juga: BSI Dukung ASN Buka Rekening Gaji Usai Jadi Bank Korpri

















































